Tabir Birahi Oknum Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Terkuak, Chat Pribadi Diduga Bermuatan Ajakan Intim Beredar

Saturday, 3 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id — Skandal dugaan amoral yang menyeret oknum Ketua Komisi II DPRD Pamekasan berinisial SAF kian memasuki babak serius. Setelah sebelumnya mencuat isu pesta miras dan obat-obatan terlarang, kini publik kembali diguncang oleh beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga kuat bernuansa birahi dan ajakan pribadi.

Dalam tangkapan layar yang diterima redaksi, terlihat akun WhatsApp bernama salmanalfarisi6492 yang disebut-sebut milik SAF melontarkan sejumlah pesan kepada seorang perempuan. Percakapan tersebut dinilai melampaui batas komunikasi wajar, terlebih dilakukan oleh seorang pejabat publik yang memegang jabatan strategis di lembaga legislatif.

Beberapa isi pesan dalam chat tersebut memperlihatkan ajakan untuk bertemu pada malam hari, disertai kalimat bernada personal dan sugestif. Bahkan, terdapat ungkapan yang mengarah pada upaya meyakinkan korban agar merasa aman, dengan menyebut hanya ditemani sopir serta menegaskan tidak adanya pihak lain di lokasi

Salah satu pesan berbunyi, “Mau ke sini malam ini kah?” disusul dengan kalimat lain yang dinilai mengandung muatan psikologis untuk menurunkan kewaspadaan lawan bicara. Rangkaian pesan itu kemudian memunculkan dugaan kuat adanya hasrat personal atau birahi yang disalurkan melalui komunikasi digital.

Baca Juga  Bea Cukai Madura Dituding Macan Ompong: Berani di Sampang, Bungkam di Pamekasan!

Sejumlah aktivis menilai, jika keaslian chat tersebut terbukti, maka persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sepele. Menurut mereka, kasus ini mencerminkan penyalahgunaan posisi dan relasi kuasa, di mana pejabat publik diduga memanfaatkan status sosialnya untuk mendekati perempuan secara tidak pantas.

“Ini bukan cuma soal pesan WhatsApp. Ini soal moral pejabat publik dan potensi pelanggaran etik berat. Kalau benar dilakukan oleh oknum DPRD, maka kehormatan lembaga ikut tercoreng,” ujar seorang aktivis.

Aktivis juga menilai bahwa pola komunikasi tersebut selaras dengan pengakuan saksi perempuan sebelumnya yang mengungkap dugaan perlakuan tidak senonoh oleh oknum yang sama. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pola berulang, bukan insiden tunggal.

Munculnya bukti percakapan ini membuat tekanan publik terhadap Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan semakin menguat. Masyarakat mendesak agar BK tidak lagi bersikap pasif dan segera memanggil SAF untuk klarifikasi terbuka.

Baca Juga  Rokok Ilegal "Sinar Gudang Emas" Kuasai Pasar Madura, Diduga Pemilik Inisial H. HR

Selain itu, aparat penegak hukum didorong untuk menelusuri kemungkinan adanya unsur pidana, terutama jika komunikasi tersebut berujung pada upaya pelecehan, pemaksaan, atau intimidasi psikologis.

Hingga berita ini diterbitkan, SAF belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui pesan singkat dan panggilan telepon belum mendapatkan respons. Sikap bungkam ini justru memperbesar spekulasi publik dan menambah tekanan moral terhadap yang bersangkutan.

Redaksi menegaskan bahwa seluruh pemberitaan ini disajikan berdasarkan informasi dan bukti yang diterima, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Namun demikian, jika dugaan ini terbukti benar, maka publik menilai SAF tidak lagi layak menyandang status sebagai wakil rakyat.

Skandal ini menjadi pengingat keras bahwa jabatan publik bukan tameng untuk melampiaskan birahi, dan etika adalah fondasi utama yang tak boleh dikompromikan dalam kehidupan bernegara.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 206 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru