30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Monday, 25 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Rencana pembangunan Yonif TP 931 Ksatria Jokotole di Kabupaten Sumenep mulai memunculkan polemik di tengah masyarakat Desa Parsanga. Sejumlah warga mengaku resah setelah lahan yang selama ini mereka kuasai dan miliki secara sah disebut masuk dalam kawasan yang diklaim sebagai area Perhutani.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya sekitar 30 bidang tanah milik warga dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM) diduga terdampak dalam proses pembangunan batalyon tersebut. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat, terutama terkait kepastian hukum atas kepemilikan tanah mereka.

Di lokasi proyek sendiri, papan bertuliskan “Pembangunan Yonif TP 931 Ksatria Jokotole Kabupaten Sumenep” telah terpasang. Namun di balik proyek strategis tersebut, muncul kekhawatiran akan potensi sengketa agraria jika persoalan status lahan tidak segera diperjelas secara terbuka.

Baca Juga  Anggota YLBH Madura Tantang SAF Buka-bukaan ke Publik Atas Pesta Miras dan Narkoba: Jangan Sembunyi di Balik Jabatan!

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa tanah tersebut telah lama dimiliki dan dikelola masyarakat secara turun-temurun. Bahkan sebagian lahan telah memiliki dokumen resmi berupa SHM yang diterbitkan oleh instansi berwenang.

“Warga bingung karena tanah yang sudah bersertifikat tiba-tiba disebut masuk kawasan. Kami hanya ingin ada penjelasan yang jelas dan terbuka,” ujarnya.

Menurut warga, pemerintah daerah bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pihak terkait perlu segera turun tangan melakukan verifikasi lapangan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan di kemudian hari.

Di sisi lain, pembangunan Yonif TP 931 disebut-sebut sebagai bagian dari penguatan sektor pertahanan dan keamanan di wilayah Madura. Meski demikian, masyarakat berharap proyek tersebut tetap memperhatikan hak-hak warga yang memiliki legalitas kepemilikan tanah.

Baca Juga  KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi hak masyarakat juga harus dilindungi,” tambah warga lainnya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Perhutani terkait dugaan klaim kawasan yang disampaikan warga Desa Parsanga. Begitu pula pihak yang menangani pembangunan Yonif TP 931 belum memberikan penjelasan detail mengenai status lahan yang digunakan dalam proyek tersebut.

Persoalan ini diperkirakan masih akan terus berkembang seiring tuntutan masyarakat agar ada transparansi dan kepastian hukum terhadap puluhan bidang tanah bersertifikat yang disebut terdampak pembangunan batalyon tersebut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru