Swadaya Warga Kaladi Bangun Jalan 2 Kilometer, Pemdes Pancor Klaim Dusun Tetap Dapat Bantuan

Sunday, 8 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Semangat gotong royong warga Dusun Kaladi, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, kembali terlihat melalui pembangunan jalan desa secara swadaya. Hingga awal Februari 2026, progres pengecoran jalan sepanjang 2.047 meter itu telah mencapai sekitar 50 persen.

Jalan tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas warga, mulai dari jalur menuju sekolah, pasar, hingga fasilitas pelayanan umum lainnya. Selama kurang lebih 13 tahun, kondisi jalan itu disebut warga tak pernah tersentuh perbaikan signifikan, hingga akhirnya masyarakat berinisiatif membangunnya secara mandiri.

Dari keterangan warga setempat, proses pembangunan dilakukan sepenuhnya dengan dana swadaya yang dihimpun dari masyarakat. Total anggaran yang berhasil dikumpulkan diperkirakan mencapai Rp200 juta dan digunakan untuk kebutuhan material serta pengecoran jalan.

Namun di tengah proses pengerjaan, sejumlah warga menilai belum ada keterlibatan langsung dari Pemerintah Desa Pancor. Mereka menyebut hampir seluruh pekerjaan dilakukan murni oleh warga, tanpa kehadiran perangkat desa di lokasi.

Baca Juga  Hari Santri 2025, GP Ansor Lenteng dan Haswal Group Bedah Rumah Warga Miskin: Dari Aksi Sosial Menuju Gerakan Nyata

“Selama pengerjaan tidak ada perangkat desa yang datang. Kadus Kaladi sempat datang sebentar minggu kemarin, setelah itu tidak pernah lagi,” ujar salah satu warga Dusun Kaladi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pancor, Hainur Rahman, menilai kegiatan swadaya masyarakat sebagai hal positif yang patut diapresiasi. Menurutnya, inisiatif warga menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat desa.

“Kegiatan swadaya masyarakat ini sangat bagus. Ini menunjukkan partisipasi warga dan semangat gotong royong masih kuat,” kata Hainur Rahman, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur melalui swadaya bukan hal yang asing, terutama untuk kegiatan yang belum terakomodasi oleh bantuan pemerintah pusat maupun karena keterbatasan anggaran desa.

“Perbaikan jalan dengan swadaya itu lumrah dilakukan, apalagi untuk pembangunan yang tidak ter-cover dana bantuan pusat,” ujarnya.

Baca Juga  Surat Pengaduan Disiapkan, Oknum Ketua Komisi II DPRD Pamekasan SAF Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Terkait pemerataan pembangunan, Hainur Rahman menegaskan bahwa Desa Pancor memiliki sekitar 10 dusun yang setiap tahunnya mendapat alokasi bantuan secara bergiliran. Ia menyebut Dusun Kaladi termasuk wilayah yang rutin mendapatkan perhatian pemerintah desa.

“Di Desa Pancor ada sekitar 10 dusun. Bantuan itu digilir setiap tahun. Untuk Dusun Kaladi, setiap tahun tetap dapat bantuan, bahkan lebih banyak dibanding dusun lain,” tegasnya.

Sementara itu, warga Kaladi berharap pembangunan jalan secara swadaya ini tidak berhenti sebagai inisiatif masyarakat semata, melainkan menjadi perhatian serius pemerintah desa ke depan. Mereka menginginkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang lebih adil, terbuka, dan transparan di seluruh dusun.

Hingga kini, proses pengecoran jalan masih terus berlanjut dengan melibatkan warga secara gotong royong, meski tanpa dukungan anggaran resmi dari pemerintah desa.

Penulis : Fwd

Editor : MTAB

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru