Komentar Kasar H. Mahar di Media Sosial Tuai Kecaman: “Warga Prenduan Jangan Campuri Urusan Rombesan!”

Wednesday, 30 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Screnshot Akun Tiktok Jatim.Newsline.id

Foto: Screnshot Akun Tiktok Jatim.Newsline.id

SUMENEP, Newsline.id – Pemilik galian C di Desa Rombesan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, H. Mahar, menjadi sorotan publik setelah memberikan komentar bernada arogan dan tidak sopan di kolom komentar media sosial. Komentar tersebut muncul di unggahan media online Jatim.Newsline.id yang memuat berita berjudul “Diduga Kebal Hukum, H. Mahar Pemilik Galian C di Rombesan Tak Tersentuh, Camat Pragaan Kabur Saat Dikonfirmasi.”

Dalam kolom komentar yang telah dilihat lebih dari 14 ribu kali, akun bernama MR.H.MAHAR dengan percaya diri menyatakan:

“Temui saya Haji Mahar dan jangan maksa kamu itu. Saya tahu kamu.”

Tak hanya itu, ia juga menulis komentar lanjutan yang menuai kecaman:

“Kamu warga Prenduan kok masuk campur urusan warga Rombasan. Ada hak apa kamu? Orang kalau berhenti kerja, apa kamu bisa ngasih makan dan kalau tidak ada material bisa bangun apa rumahmu itu?”

Komentar ini langsung menuai reaksi dari akun Jatim.Newsline.id sebagai pemilik unggahan berita. Media tersebut menanggapi:

“Kok baper Pak, ayo klarifikasi, jangan kabur.”

Baca Juga  UNIBA Madura Teguhkan Komitmen Penguatan Mutu dan Tata Kelola di Awal Tahun

Namun, H. Mahar kembali membalas dengan kalimat yang makin mengundang sorotan:

“Saya bukan kebal hukum. Kamu jangan asal nuduh. Warga mana yang nuntut dan jalan mana yang dirusak, dan kamu bicara seperti itu warga mana?”

Komentar tersebut dianggap tidak mencerminkan sikap yang bijak, terutama mengingat posisi H. Mahar sebagai pengusaha yang sedang disorot terkait dugaan pelanggaran izin penambangan galian C. Warganet dan aktivis lingkungan menyayangkan gaya komunikasi H. Mahar yang dinilai melecehkan masyarakat desa tetangga dan memancing konflik horizontal antarwarga.

“Ini bentuk arogansi yang sangat nyata. Alih-alih memberikan klarifikasi, beliau malah menyerang pribadi orang yang menyoroti kegiatan usahanya. Ini tidak mencerminkan sikap seorang warga negara yang taat hukum,” ujar Dayat

Salah satu pemuda asal Prenduan yang juga aktif menyuarakan penutupan galian C di wilayah Rombesan, menilai komentar H. Mahar sebagai bentuk pengalihan isu dan upaya intimidasi terhadap masyarakat yang kritis.

“Jangan alihkan persoalan ke urusan kampung-kampungan. Ini soal lingkungan, soal izin, soal keselamatan warga. Kalau memang tidak bersalah, ya klarifikasi saja secara santun. Jangan malah menghina warga lain,” tegasnya.

Baca Juga  Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Pihak Jatim.Newsline.id dalam komentarnya juga meminta agar H. Mahar tidak “kabur” dari klarifikasi. Hal ini mengingat pihak kecamatan Pragaan juga disebut dalam berita tersebut “kabur saat dikonfirmasi”, sehingga publik berharap ada itikad baik untuk memberikan penjelasan, bukan memperkeruh suasana.

“Jangan hanya menyerang balik netizen dan media. Jika merasa benar, silakan buktikan dengan dokumen izin yang sah, dan jelaskan dampak lingkungan dari usaha tersebut,” ujar Dayat Mahjong

Isu galian C ilegal di Desa Rombesan bukan kali ini saja mencuat. Beberapa bulan terakhir, sejumlah pemuda Pragaan telah menggelar diskusi, investigasi mandiri, dan berencana bersurat ke Polres Sumenep, Polda Jatim, dan DPRD Kabupaten Sumenep. Mereka menuntut penghentian aktivitas galian C yang diduga tidak berizin dan merusak lingkungan sekitar.

“Kalau APH diam, dan pelaku usaha bersikap seolah kebal hukum, maka ini preseden buruk bagi penegakan hukum dan keadilan ekologis di Madura,” kata Hasyim Kafani, Aktivis Pragaan

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59