BADKO HMI Jatim Soroti Dugaan Kejanggalan Program MBG, Desak Audit Forensik Kepala BGN

Monday, 18 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Newsline.id – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menegaskan tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program strategis pemerintah yang dinilai memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Meski demikian, organisasi mahasiswa tersebut mendesak pemerintah pusat segera melakukan audit forensik terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta evaluasi total terhadap pelaksanaan program di daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Bidang BADKO HMI Jatim, Mohammad Nur Kholis Majid, menyusul munculnya sejumlah temuan dan dugaan persoalan dalam implementasi program MBG di lapangan.

Menurut Kholis, program MBG memang telah memberikan efek ekonomi, khususnya di sekitar wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran program itu disebut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Manfaat MBG sudah mulai dirasakan masyarakat, terutama terbukanya lapangan pekerjaan di sekitar SPPG. Tetapi pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap dugaan penyimpangan yang mulai muncul,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai audit forensik terhadap Kepala BGN penting dilakukan guna memastikan seluruh proses pengelolaan anggaran berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Baca Juga  Surat Terbuka Untuk Presiden Republik Indonesia

BADKO HMI Jatim menyoroti sejumlah pengadaan yang dinilai tidak relevan dengan prioritas utama program, mulai dari pengadaan sepeda motor hingga kaos kaki. Pengadaan tersebut dianggap memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran MBG.

Selain itu, Kholis mengungkapkan adanya indikasi persoalan dalam perekrutan tenaga kerja di sejumlah SPPG. Berdasarkan temuan di lapangan, beberapa perekrutan disebut lebih banyak melibatkan keluarga internal atau pekerja dari luar desa dibanding masyarakat sekitar wilayah pelaksanaan program.

“Program ini seharusnya memberdayakan masyarakat sekitar. Tetapi ada laporan perekrutan justru didominasi keluarga sendiri atau tenaga dari luar wilayah,” katanya.

Tak hanya soal tenaga kerja, BADKO HMI Jatim juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap anggaran operasional MBG yang mencapai sekitar Rp6 juta per hari. Mereka menduga terdapat manipulasi kualitas menu makanan yang tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.

“Ada dugaan menu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak sesuai dengan besaran anggaran yang diterima. Ini harus ditelusuri serius,” tegas Kholis.

Ia juga menilai pendataan penerima manfaat program masih perlu dibenahi. Menurutnya, ditemukan indikasi data sekolah penerima yang bermasalah hingga dugaan keberadaan sekolah bodong dalam sistem pendataan program MBG.

Baca Juga  Kades Bicabbi Tak Muncul, Bantahan via Keluarga Picu Dugaan Program Fiktif

BADKO HMI Jatim berpandangan bahwa program makan gratis seharusnya lebih diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, bukan diberikan secara merata kepada seluruh kelompok ekonomi.

“Kalangan ekonomi menengah ke atas seharusnya bukan prioritas utama penerima MBG. Program ini mestinya fokus kepada siswa yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai bahan evaluasi, Kholis membandingkan skema bantuan makan gratis di sejumlah negara lain. Di India, program Mid-Day Meal difokuskan bagi anak dari keluarga miskin dan kelompok marginal. Sementara di Jerman dan Chili, bantuan makanan lebih diprioritaskan untuk keluarga berpenghasilan rendah serta kelompok rentan.

Meski mengkritisi sejumlah persoalan, BADKO HMI Jatim memastikan dukungan terhadap program MBG tetap diberikan selama pemerintah serius melakukan pembenahan.

“Kami mendukung MBG karena manfaatnya nyata. Tetapi audit forensik terhadap Kepala BGN dan evaluasi total terhadap pelaksanaan program wajib dilakukan agar tujuan program benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru