Mengguncang Polemik Ijazah UNIBA, Saksi Beberkan Fakta yang Selama Ini Tertutup

Monday, 15 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Polemik dugaan ketidakadilan dalam mekanisme pengambilan ijazah di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus bergulir. Setelah sebelumnya menjadi sorotan publik dan memicu berbagai spekulasi, Dedy Wahyudi, mahasiswa yang namanya disebut dalam polemik tersebut, akhirnya buka suara.

Dedy selama ini disebut sebagai mahasiswa yang memperoleh kemudahan dalam proses pengambilan ijazah meski masih memiliki kewajiban administrasi kepada kampus. Isu tersebut mencuat setelah muncul perbandingan dengan mahasiswa lain yang dikabarkan tidak dapat mengambil ijazah karena alasan serupa.

Saat dimintai keterangan, Dedy mengakui bahwa sejumlah informasi yang beredar mengenai proses pengambilan ijazah tersebut memang terjadi sebagaimana yang diketahuinya.

“Menurut saya, beberapa hal yang selama ini diberitakan memang terjadi. Saya memang bisa mengambil ijazah saat itu,” ujar Dedy saat memberikan keterangan kepada Newsline.id.

Pernyataan tersebut sontak menambah perhatian publik terhadap polemik yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pasalnya, inti persoalan yang diperdebatkan bukan sekadar pengambilan ijazah, melainkan dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap mahasiswa dalam penerapan aturan kampus.

Baca Juga  Mafia Solar Subsidi di Sumenep Diduga Pakai Barcode Nelayan dan Tani, TMI Buka Fakta Lapangan

Dedy Wahyudi juga mengaku menerima telepon dari rektor setelah pemberitaan awal mengenai polemik pengambilan ijazah terbit.

Menurut Dedy, dalam komunikasi tersebut dirinya diminta untuk sementara mengembalikan ijazah yang telah diterimanya. Ia menduga langkah tersebut dilakukan untuk meredam polemik yang sedang berkembang di ruang publik.

“Setelah berita pertama muncul, saya dihubungi dan diminta membawa kembali ijazah itu. Menurut pemahaman saya, hal itu agar publik tidak curiga,” ujar Dedy.

Dedy juga mengklaim pernah diberikan dokumen yang menunjukkan seolah-olah kewajiban administrasinya kepada kampus telah diselesaikan. Ia menyebut dokumen tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjelaskan status administrasinya kepada publik.

“Saya menerima dokumen pelunasan tersebut, padahal menurut saya saya belum melakukan pembayaran sebagaimana tercantum dalam dokumen itu,” kata Dedy.

Baca Juga  Tragedi PJU di Pragaan Seret Isu Hukum Ketenagakerjaan, Status Korban Disorot

Meski demikian, klaim yang disampaikan Dedy tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga berita ini diterbitkan, pihak rektorat UNIBA belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.

Aktivis Sumenep, Dayat Mahjong, sebelumnya meminta pihak rektorat memberikan klarifikasi terbuka atas berbagai informasi yang berkembang. Menurutnya, transparansi diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan tinggi.

“Perguruan tinggi harus menjadi contoh dalam penerapan prinsip keadilan dan akuntabilitas. Karena itu seluruh informasi yang berkembang perlu dijelaskan secara terang kepada publik,” kata Dayat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rektor UNIBA Madura belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Dedy Wahyudi maupun berbagai dugaan yang berkembang dalam polemik tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

1 Muharram 1448 H, CV Ayunda Permata Sejahtera Salurkan Santunan untuk Ribuan Anak Yatim di Pamekasan
Gerak-gerik Mencurigakan Berujung Penangkapan, Warga Dasuk Kedapatan Simpan Sabu
Misteri Angka Desimal 0,666 di SiRUP Sumenep, Kabid Disbudporapar Buka Suara Soal Proyek Plasma Kembar
Empat Paket Plasma Muncul di SiRUP Disbudporapar Sumenep, Nilai Hampir Rp800 Juta dan Volume Tak Lazim Jadi Sorotan
Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 16 June 2026 - 18:23

1 Muharram 1448 H, CV Ayunda Permata Sejahtera Salurkan Santunan untuk Ribuan Anak Yatim di Pamekasan

Tuesday, 16 June 2026 - 18:07

Gerak-gerik Mencurigakan Berujung Penangkapan, Warga Dasuk Kedapatan Simpan Sabu

Monday, 15 June 2026 - 22:08

Misteri Angka Desimal 0,666 di SiRUP Sumenep, Kabid Disbudporapar Buka Suara Soal Proyek Plasma Kembar

Monday, 15 June 2026 - 15:52

Mengguncang Polemik Ijazah UNIBA, Saksi Beberkan Fakta yang Selama Ini Tertutup

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Berita Terbaru