PAMEKASAN, Newsline.id — Aroma ironi kembali menyeruak dari panggung politik Pamekasan. Moh. Sa’id, mantan Kepala Desa Palengaan Laok yang kini duduk manis sebagai anggota DPRD Pamekasan dari daerah pemilihan (dapil) 3, diduga kuat menjadi pemilik peredaran rokok ilegal merek Nexus yang marak beredar di pasaran.
Temuan lapangan menunjukkan, rokok Nexus beredar bebas di sejumlah warung dan kios di wilayah Pamekasan tanpa pita cukai resmi. Produk tersebut bahkan dengan mudah ditemukan di area yang tak jauh dari basis politik Moh. Sa’id. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas seorang wakil rakyat yang seharusnya menjadi teladan dalam ketaatan hukum.
“Kalau benar beliau pemiliknya, ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga pengkhianatan terhadap sumpah jabatan,” ujar Hasyim Ketua LHGN
Rokok ilegal adalah pelanggaran serius yang merugikan negara dari sektor penerimaan cukai. Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menunjukkan, peredaran rokok tanpa pita cukai berkontribusi pada kebocoran pendapatan negara hingga triliunan rupiah setiap tahunnya. Namun ironisnya, peredaran Nexus seakan tak tersentuh penindakan aparat, sehingga memunculkan dugaan adanya “tameng politik” di balik bisnis haram ini.
“Kalau aparat diam, kita patut curiga. Apalagi kalau pelakunya pejabat, ini jelas preseden buruk bagi penegakan hukum,” tegas seorang pemerhati kebijakan publik di Madura.
Publik menilai, kasus ini harus menjadi alarm bagi Bea Cukai dan aparat penegak hukum untuk bergerak cepat. Posisi Moh. Sa’id sebagai anggota DPRD tidak seharusnya menjadi benteng dari jeratan hukum. Justru, transparansi dan keberanian menghadapi tuduhan semacam ini akan menunjukkan bahwa ia masih memiliki komitmen pada etika jabatan.
Media ini berupaya menghubungi Moh. Sa’id untuk meminta konfirmasi terkait dugaan kepemilikan rokok Nexus ini, namun hingga berita ini tayang belum ada tanggapan resmi. Pihak Bea Cukai Madura dan aparat kepolisian pun diharapkan segera melakukan penelusuran mendalam, demi memastikan bahwa hukum berlaku sama untuk semua, tanpa pandang bulu.








