SUMENEP, Newsline.id — Dugaan proyek fiktif pembangunan tangkis laut di wilayah pesisir Desa Bicabi, Kabupaten Sumenep, kian menguat. Warga setempat menyebut tidak ada pembangunan fisik baru sepanjang tahun anggaran 2025, namun justru menemukan kejanggalan berupa pemasangan papan volume proyek pada bangunan tangkis laut lama.
Seorang warga pesisir Desa Bicabi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hingga pertengahan tahun 2025, tidak pernah ada aktivitas pembangunan tangkis laut baru di kawasan pesisir tempat ia tinggal.
“Setahu saya memang tidak ada pembangunan tangkis laut baru di daerah pesisir tahun 2025. Yang mencurigakan, siang tadi ada salah satu perangkat desa memasang papan volume proyek di tangkis laut yang sudah lama ada,” ungkap warga tersebut.
Menurutnya, tangkis laut yang dipasangi papan informasi tersebut merupakan bangunan lama yang telah ada sejak beberapa tahun lalu, bukan hasil pekerjaan baru pada tahun anggaran berjalan.
“Itu tangkis laut lama, bukan bangunan baru. Tapi seolah-olah dibuat seakan proyek baru. Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya,” tambahnya.
Pemasangan papan volume proyek di bangunan lama tersebut memunculkan dugaan kuat adanya rekayasa administrasi kegiatan pembangunan. Warga menilai, tindakan tersebut berpotensi menjadi upaya pembenaran secara administratif terhadap kegiatan fisik yang tidak pernah dikerjakan.
“Kalau memang ada proyek, harusnya ada aktivitas pengerjaan, material, alat berat, atau minimal perubahan fisik. Faktanya, tidak ada apa-apa,” tegas warga.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa anggaran pembangunan tangkis laut diduga hanya tercatat di atas kertas, sementara realisasi fisik di lapangan nihil.
Warga pesisir mendesak Inspektorat Kabupaten Sumenep, Dinas terkait, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan fisik dan audit anggaran secara menyeluruh.
“Jangan cuma cek laporan. Harus turun langsung ke lokasi. Kalau tidak, praktik seperti ini akan terus terjadi,” ujar warga.
Ia juga menilai proyek fiktif, jika benar terjadi, sangat merugikan masyarakat pesisir yang sejatinya membutuhkan perlindungan dari abrasi dan gelombang laut.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








