Dugaan Malpraktik Bidan R : Pasien Kritis, Bayi Meninggal, Dan Mengapa Semua Pihak Terkesan Bungkam?

Saturday, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Sebuah kasus dugaan malpraktik kembali mengguncang dunia kesehatan di Kabupaten Sumenep. Seorang ibu muda bernama Sefti Wilda, asal Kecamatan Batuputih, harus dilarikan ke RS Esto Ebu dalam kondisi kritis usai menjalani proses persalinan di praktik Bidan berinisial R di Jalan Trunojoyo X/2, Desa Kolor, pada Jumat dini hari (14/11/2025). Tragisnya, bayi yang dilahirkan tidak berhasil diselamatkan.

Menurut penuturan keluarga, Sefti sudah berada di tempat praktik Bidan R sejak usai salat Subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Kedatangannya untuk menjalani persalinan normal. Namun, proses tersebut diduga tidak ditangani dengan baik hingga bayi dinyatakan meninggal di lokasi.

Setelah kejadian itu, kondisi Sefti memburuk dan langsung dirujuk ke RS Esto Ebu. Hingga Sabtu malam (15/11/2025), ia masih menjalani perawatan intensif.

Ketika tim media berupaya meminta keterangan, Bidan R sempat membalas pesan WhatsApp dengan ramah. Namun begitu mengetahui bahwa pertanyaan terkait pasien Sefti Wilda, sikapnya mendadak berubah.

Bidan R mengaku sedang berada di Surabaya untuk menjenguk kerabatnya dan tidak dapat ditemui hingga beberapa hari ke depan.

Baca Juga  Program Makan Bergizi di Sumenep Dinilai Gagal Sentuh Hakikat Gizi, Menu Pindang dan Tempe Tuai Kritik Wali Murid

Dalam percakapan lanjutan, ia menyebut telah bekerja selama dua dekade di wilayah Batuputih dan mengenal baik keluarga pasien. Meski demikian, penjelasan itu tidak menjawab pertanyaan inti terkait dugaan kelalaian saat persalinan berlangsung.

Sikapnya yang terkesan enggan memberikan klarifikasi lebih lanjut membuat keluarga dan publik bertanya-tanya mengenai tanggung jawab profesinya sebagai tenaga kesehatan.

Pihak keluarga Sefti Wilda mengaku terpukul atas kehilangan bayi mereka dan kondisi sang ibu yang kini kritis. Mereka berharap ada penjelasan terbuka dari pihak terkait, baik dari Bidan R maupun RS Esto Ebu yang menangani pasien saat ini.

“Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa bayi meninggal? Kenapa kondisi ibunya sekarang begitu kritis?” ujar salah satu kerabat yang enggan disebutkan namanya.

Mereka menilai bahwa proses persalinan tidak mendapat penanganan optimal sehingga menyebabkan tragedi tersebut. Meski demikian, keluarga tetap menunggu hasil medis dan berharap aparat serta dinas kesehatan turun tangan mengusut penyebab pastinya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak RS Esto Ebu belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai kondisi terkini pasien maupun hasil pemeriksaan medis. Pihak rumah sakit masih fokus pada upaya penyelamatan nyawa ibu pasien.

Baca Juga  Konfirmasi P3-TGAI Mentok di Kepala Desa Sentol Daya

Sementara itu, dinas kesehatan setempat belum mengomentari adanya dugaan malpraktik di tempat praktik Bidan R. Masyarakat menilai laporan seperti ini sudah seharusnya segera ditindaklanjuti mengingat kasus dugaan kelalaian medis bukan yang pertama terjadi di Kabupaten Sumenep.

Kasus ini memantik kembali diskusi publik tentang pentingnya standar profesionalisme dan tanggung jawab tenaga kesehatan, terutama di fasilitas pelayanan swasta atau praktik mandiri.

Ketidakjelasan sikap Bidan R membuat banyak pihak khawatir bahwa mekanisme pengawasan terhadap praktik tenaga kesehatan masih lemah dan rawan menimbulkan insiden serupa.

Perlu ditegaskan, seluruh informasi terkait dugaan kelalaian ini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Baik Bidan R maupun tenaga medis lainnya memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai prinsip praduga tak bersalah.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, dan masyarakat berharap penyelidikan dapat dilakukan secara objektif dan transparan demi keadilan bagi keluarga korban serta perbaikan layanan kesehatan ke depannya.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru