SUMENEP, Newsline.id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan pembinaan dan pendampingan Desa Harmoni Jiwa di Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut dipusatkan di Balai Desa Pasongsongan dan diikuti berbagai elemen masyarakat yang memiliki peran dalam penanganan kesehatan jiwa di tingkat desa.
Sasaran kegiatan ini meliputi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) produktif beserta keluarga, kader kesehatan jiwa (keswa), tenaga kesehatan desa, aparatur desa, mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA) yang sedang melaksanakan KKN, serta penanggung jawab kesehatan jiwa Puskesmas Pasongsongan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Pasongsongan, unsur lintas sektor (linsek), serta Kepala Desa Pasongsongan sebagai bentuk dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan terhadap program kesehatan jiwa berbasis masyarakat.
Sebagai pemateri, Dinkes P2KB Sumenep menghadirkan dr. Laos Susantina, SE, yang merupakan Tim Kerja ODGJ Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep. Dalam paparannya, dr. Laos menyampaikan materi tentang pengenalan kesehatan jiwa masyarakat (keswamas) serta terapi aktivitas kelompok bagi ODGJ produktif.
Ia menekankan pentingnya peran keluarga, kader, dan aparatur desa dalam menciptakan lingkungan yang suportif bagi ODGJ, agar mereka dapat berdaya, produktif, dan diterima secara sosial di tengah masyarakat.
“Kesehatan jiwa bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi perlu keterlibatan keluarga dan masyarakat desa agar ODGJ bisa pulih dan berfungsi secara optimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan Desa Harmoni Jiwa ini, Dinkes P2KB Sumenep berharap terbangun sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya pencegahan, penanganan, serta pendampingan ODGJ secara berkelanjutan.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas dan mengurangi stigma terhadap ODGJ di tingkat desa.
Penulis : T2
Editor : MTAB








