Diduga Produksi Rokok Ilegal SS Spesial: Siapa yang Lebih Kuat, H. Sugik atau Kepala Bea Cukai Pusat?

Friday, 15 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id — Peredaran rokok ilegal kembali menjadi sorotan tajam di Madura. Kali ini, publik mengarahkan pandangan pada pabrik rokok (PR) Paku Alam yang beralamat di Kabupaten Pamekasan. Pabrik ini diduga memproduksi rokok merek SS Spesial tanpa dilekati pita cukai.

 

Rokok tersebut, menurut pantauan lapangan, beredar bebas di sejumlah kecamatan di Pamekasan, bahkan merambah ke wilayah Sumenep dan Sampang. Ironisnya, peredaran tersebut seolah berjalan mulus tanpa gangguan dari aparat penegak hukum maupun Bea Cukai.

 

Nama H. Sugik, pengusaha yang disebut sebagai pemilik PR Paku Alam, santer dibicarakan warga. Mereka mempertanyakan mengapa sampai sekarang tidak ada tindakan tegas.

 

“Kalau pengusaha biasa, mungkin sudah disita semua. Tapi ini seperti kebal hukum,” kata Hasyim Ketua LHGN Madura

Baca Juga  Rokok Ilegal Merek ESTE Diduga Dikendalikan oleh Inisial J, Orang Kepercayaan H.S Asal Sentol Pamekasan

 

Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik: siapa yang sebenarnya lebih kuat, H. Sugik atau bahkan Kepala Bea Cukai Pusat?

 

Dalam logika sederhana, Bea Cukai memiliki kewenangan mutlak untuk menindak pelanggaran cukai. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan peredaran SS Spesial tak terbendung. Apakah ini berarti penegakan hukum kalah oleh pengaruh seorang pengusaha daerah?

 

Hasyim, menilai kasus seperti ini dapat menjadi preseden buruk.

 

“Kalau rokok ilegal dibiarkan, negara dirugikan miliaran rupiah. Dan kalau aparat kalah oleh pengusaha, itu artinya hukum sudah tidak punya wibawa,” ujarnya.

 

Peredaran rokok ilegal tak hanya menggerus penerimaan negara dari sektor cukai, tapi juga menciptakan kompetisi tidak sehat bagi pabrik rokok yang patuh aturan.

Baca Juga  GMNI Sumenep Bongkar Temuan di Desa Meddelan, DPMD Didesak Buka SPJ BUMDes

 

“Yang bayar cukai jadi kalah saing karena harga rokok ilegal jauh lebih murah,” tambah Hasyim.

 

Menurut data Direktorat Jenderal Bea Cukai, setiap batang rokok ilegal berarti ada potensi kerugian negara dari bea dan pajak. Dalam skala besar, kerugian itu bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun.

 

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Bea Cukai maupun H. Sugik. Media ini akan memberikan ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang disebutkan untuk menanggapi tudingan ini.

 

Publik kini menunggu apakah Kepala Bea Cukai Pusat akan menunjukkan wibawanya dengan menindak tegas peredaran rokok SS Spesial, ataukah kasus ini akan menjadi contoh nyata bahwa pengusaha bisa lebih kuat dari institusi negara.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru