Di Bawah Kepemimpinan Novianto, Bea Cukai Madura Tumpul? LSM BIDIK Bongkar Dugaan Maraknya Rokok Ilegal

Thursday, 26 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum LSM BIDIK, Didik Haryanto, saat menyampaikan sikap organisasi terkait dugaan maraknya distribusi rokok ilegal di Madura.

Foto: Ketua Umum LSM BIDIK, Didik Haryanto, saat menyampaikan sikap organisasi terkait dugaan maraknya distribusi rokok ilegal di Madura.

SUMENEP, Newsline.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BIDIK atau Barisan Investigasi dan Informasi Keadilan kembali menyoroti dugaan maraknya distribusi rokok ilegal di wilayah Madura. Mereka menilai pengawasan yang dilakukan oleh pihak Bea Cukai Madura belum maksimal, sehingga peredaran barang kena cukai tanpa pita resmi masih leluasa terjadi.

Ketua Umum LSM BIDIK, Didik Haryanto, menegaskan pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada Kantor Bea Cukai Madura guna meminta dilaksanakannya operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat penegak hukum dan elemen masyarakat sipil.

Menurut Didik, pengiriman rokok tanpa cukai diduga berlangsung rutin pada malam hari dengan menggunakan kendaraan angkutan barang berkapasitas besar. Ia menyebut pola distribusi tersebut semakin terstruktur dan terorganisir.

Baca Juga  Pengendara Motor Tewas Usai Bertabrakan dengan Minibus di Jalan Raya Gapura Sumenep

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait aktivitas pengiriman rokok tanpa pita cukai yang diduga berlangsung hampir setiap malam. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata Didik, Kamis (26/2/2026).

Ia juga menekankan bahwa dugaan distribusi tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga memanfaatkan jalur laut antar pulau. Jika benar demikian, kata dia, hal tersebut berpotensi melanggar aturan dan merugikan negara dari sisi penerimaan cukai.

LSM BIDIK menyatakan siap mengawal proses penindakan apabila operasi gabungan benar-benar dilaksanakan. Mereka bahkan berencana menerjunkan tim internal dari divisi hukum organisasi untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel.

Didik menilai, di bawah kepemimpinan Novianto, Bea Cukai Madura perlu menunjukkan komitmen lebih kuat dalam memberantas rokok ilegal. Ia meminta agar tidak ada tebang pilih dalam penindakan serta memastikan tidak ada oknum yang bermain dalam praktik tersebut.

Baca Juga  Rokok Ilegal Merek Lato Diduga Diproduksi di Tobungan Pamekasan, Bea Cukai Madura Dinilai Tak Punya Nyali

“Kami ingin ada langkah konkret, bukan hanya razia seremonial. Jika memang ada pelanggaran, tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, LSM BIDIK juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas distribusi rokok ilegal di lingkungannya. Menurutnya, partisipasi publik sangat penting dalam mendukung penegakan hukum di bidang cukai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan yang disampaikan LSM BIDIK. Namun desakan untuk melakukan operasi terpadu dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat pengawasan dan menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Madura.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru