Belanja Mobil Dinas Wabup Sumenep Rp813 Juta Disorot, Ada Sisa Anggaran Rp157 Juta Disebut Sudah Masuk SILPA

Saturday, 16 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Pengadaan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik. Tahun anggaran 2026, Pemkab Sumenep melalui Bagian Umum tercatat mendapatkan paket belanja modal kendaraan bermotor dengan nilai anggaran mencapai Rp813.500.000.

Sorotan muncul setelah redaksi melakukan penelusuran terhadap realisasi fisik kendaraan yang dibeli menggunakan anggaran tersebut. Berdasarkan keterangan Kepala Bagian Umum Pemkab Sumenep saat dikonfirmasi, kendaraan yang dimaksud merupakan mobil jenis Toyota Fortuner yang saat ini digunakan oleh Wakil Bupati Sumenep.

“Fisiknya mobil Fortuner yang dipakai Wakil Bupati, pembelian sekitar bulan Maret 2026,” ujar Kepala Bagian Umum saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, setelah dilakukan kalkulasi sederhana berdasarkan harga pasaran kendaraan yang dimaksud, redaksi menemukan dugaan adanya selisih anggaran cukup besar. Dari total pagu Rp813,5 juta, diperkirakan terdapat sisa anggaran sekitar Rp157 juta.

Temuan tersebut kemudian dipertanyakan kepada pihak Bagian Umum. Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Umum menyatakan bahwa sisa dana tersebut telah masuk dalam kategori SILPA atau Sisa Lebih Perhitungan Anggaran.

Baca Juga  Audiensi Soal Renovasi Lapak Pasar Ganding, LBH Taretan Soroti Legalitas dan Kepastian Hukum Pedagang

“Dana tersebut sudah di-SILPA-kan dan itu sudah sistem. Untuk mengetahui SILPA seperti itu bisa langsung cek ke BKAD, karena semua SILPA dari sisa kegiatan terakomodir di Badan Keuangan Daerah yang secara total bisa diketahui di akhir tahun anggaran,” jelasnya.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sebab, publik menilai transparansi pengadaan kendaraan dinas harus dilakukan secara terbuka, terlebih ketika terdapat selisih anggaran yang cukup besar dari total pagu yang disediakan.

Di sisi lain, pengadaan mobil dinas mewah di tengah kondisi efisiensi anggaran juga mulai menuai kritik. Beberapa kalangan menilai pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan kebutuhan masyarakat dibanding pengadaan kendaraan pejabat.

Apalagi, hingga saat ini masih banyak persoalan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep yang dikeluhkan warga, mulai dari jalan rusak, drainase, hingga pelayanan publik yang dinilai belum maksimal.

Penggunaan istilah SILPA dalam proyek pengadaan juga dinilai tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari keterbukaan informasi publik. Sebab, masyarakat tetap berhak mengetahui secara rinci berapa nilai riil pembelian kendaraan, spesifikasi kendaraan, hingga mekanisme pengadaan yang dilakukan.

Baca Juga  Mobil Innova Tak Kunjung Diserahkan, Kanit Reskrim Polsek Lakasantri Diadukan ke Propam Jatim

Aktivis Sumenep Dayat menilai, meskipun SILPA merupakan hal lazim dalam tata kelola anggaran pemerintahan, namun setiap selisih anggaran tetap harus dapat dijelaskan secara detail agar tidak menimbulkan asumsi negatif di tengah masyarakat.

“Kalau memang ada sisa anggaran karena efisiensi atau harga penawaran lebih rendah, ya harus dijelaskan terbuka. Jangan sampai publik menilai ada ruang yang tidak transparan dalam pengadaan,” tutup Dayat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan rinci terkait total harga pembelian kendaraan, tipe lengkap Fortuner yang dibeli, maupun dokumen pengadaan yang dapat diakses publik secara terbuka.

Masyarakat kini menunggu keterbukaan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya terkait rincian pengadaan kendaraan dinas tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah isu efisiensi anggaran daerah.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan
Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti
Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 15:08

Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan

Tuesday, 22 September 2026 - 14:09

Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Berita Terbaru