Bambang Bantah Gunakan Pita Palsu: PR Ayunda Justru Jadi Korban Pemalsuan

Tuesday, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Polemik dugaan penggunaan pita cukai palsu yang menyeret nama PR Ayunda Permata Sejahtera mendapat tanggapan langsung dari pihak perusahaan. Pemilik PR Ayunda, Bambang, membantah tegas tudingan bahwa perusahaannya memakai pita cukai palsu atau KW super.

Menurut Bambang, pihaknya justru menjadi korban pemalsuan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang diduga meniru pita cukai serta produk rokok bermerek Ayunda.

“Saya tidak pernah menggunakan pita cukai palsu, Mas. Kalau pita cukai dan produk kami dipalsu, memang iya,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Selasa.

Ia mengaku telah menerima informasi serta bukti dari tim eksternal mengenai adanya dugaan pemalsuan pita cukai bertuliskan merek Ayunda yang beredar di pasaran.

“Saya sudah dapat informasi dan bukti dari tim eksternal bahwa pita cukai AYUNDA ada yang memalsu, bahkan ditawarkan secara ecer,” lanjutnya.

Baca Juga  Rokok Gajah Biru Diduga Satu Produksi dengan Rokok Ilegal Masterclass

Pernyataan tersebut membuka kemungkinan bahwa persoalan yang terjadi bukan penggunaan pita cukai palsu oleh perusahaan, melainkan adanya praktik pemalsuan merek dan pita cukai oleh pihak luar untuk meraup keuntungan ilegal.

Dengan adanya klaim tersebut, Bambang berharap aparat penegak hukum dan Bea Cukai dapat menelusuri pihak-pihak yang diduga memproduksi maupun mengedarkan pita cukai palsu yang mencatut nama Ayunda.

Jika benar ada jaringan pemalsu yang menjual pita cukai secara eceran, maka kasus tersebut berpotensi masuk kategori kejahatan terorganisir yang merugikan negara sekaligus mencemarkan nama perusahaan resmi.

Sementara itu, perwakilan Bea Cukai Madura saat dikonfirmasi terkait bantahan pemilik PR Ayunda serta dugaan pemalsuan pita cukai tersebut masih belum memberikan keterangan resmi.

Baca Juga  Pemilik PR Artha Jaya Fajar Bungkam, Konfirmasi Berulang Kali Tak Digubris

Pihak Bea Cukai menyampaikan belum bisa merespons karena masih berada dalam agenda rapat internal.

“Masih meeting,” singkat perwakilan Bea Cukai saat dihubungi wartawan.

Kasus ini kini berkembang menjadi dua sudut pandang berbeda: dugaan penggunaan pita cukai palsu oleh pabrik, dan klaim perusahaan bahwa justru merek mereka dipalsukan pihak lain.

Publik pun menunggu langkah konkret Bea Cukai untuk melakukan penyelidikan menyeluruh agar persoalan menjadi terang benderang. Pemeriksaan dokumen cukai, distribusi produk, hingga penelusuran peredaran pita cukai eceran dinilai penting dilakukan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari aparat terkait.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru