Rokok Gajah Biru Diduga Satu Produksi dengan Rokok Ilegal Masterclass

Sunday, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Dugaan praktik peredaran rokok ilegal di Madura kembali menyeruak ke permukaan. Kali ini sorotan publik mengarah pada merek rokok Gajah Biru, yang kemasannya mulai beredar luas di pasaran. Berdasarkan penelusuran lapangan, rokok tersebut diduga kuat berasal dari jalur produksi yang sama dengan rokok ilegal bermerek Masterclass, milik pengusaha berinisial H. Munaji.

Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa meski dikemas berbeda, baik Gajah Biru maupun Masterclass diproduksi di lokasi yang sama. Keduanya dituding berasal dari pabrik rumahan yang beroperasi tanpa izin resmi di kawasan pedalaman Pamekasan.

“Kalau Gajah Biru itu masih saudara kandung Masterclass. Bedanya cuma bungkus dan nama saja, tapi isinya dari dapur produksi yang sama,” ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (27/09/2025).

Baca Juga  KPK Periksa 16 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim di Sumenep

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa pemilik produksi, H. Munaji, sengaja meluncurkan merek baru untuk memperluas pangsa pasar dan mengelabui pengawasan aparat.

“Strateginya jelas, bikin banyak merek biar susah dilacak. Padahal bosnya tetap satu,” tambahnya.

Fakta di lapangan semakin memperkuat dugaan tersebut. Rokok Gajah Biru yang beredar tidak memiliki pita cukai resmi dari Bea Cukai, sama seperti Masterclass yang sudah lebih dulu dikenal sebagai produk ilegal. Ironisnya, distribusi dua merek ini justru semakin masif, bahkan mulai menembus toko-toko eceran di berbagai kecamatan di Pamekasan.

Aktivis Pamekasan menilai fenomena ini mencerminkan lemahnya pengawasan aparat terhadap peredaran rokok ilegal.

“Jangan-jangan ada kongkalikong dengan oknum tertentu, makanya rokok ilegal ini aman-aman saja beredar,” ujar salah satu aktivis Zainul.

Baca Juga  Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Madura maupun aparat penegak hukum setempat belum memberikan keterangan resmi terkait temuan dugaan keterkaitan Gajah Biru dengan Masterclass. Namun, desakan publik agar kasus ini diusut tuntas semakin kuat, mengingat potensi kerugian negara dari cukai tembakau yang hilang bisa mencapai miliaran rupiah.

Berita Terkait

Polres Sumenep Intensifkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar di Sejumlah Ruas Jalan
RSUDMA FC Sumenep Raih Runner-up di Tour de Java Trofeo Persahabatan 2026
Disdik dan Dewan Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan Karya Ilmiah untuk Guru
Festival Mancing Kedatim 2026 Dorong Wisata Mangrove dan Ekonomi Warga Pesisir
Polres Pamekasan Gencarkan Patroli Malam, Belasan Motor Berknalpot Brong Diamankan
Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep
DRT Bersama Sejumlah Sponsor Meriahkan Gelaran Madura Fest 2026
Raih Emas untuk Daerah, Bonus Rp25 Juta Tak Kunjung Cair: Di Mana Komitmen Pemkab dan KONI Pamekasan?
Berita ini 227 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 07:39

Polres Sumenep Intensifkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar di Sejumlah Ruas Jalan

Monday, 1 June 2026 - 07:23

RSUDMA FC Sumenep Raih Runner-up di Tour de Java Trofeo Persahabatan 2026

Monday, 1 June 2026 - 07:18

Disdik dan Dewan Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan Karya Ilmiah untuk Guru

Monday, 1 June 2026 - 07:08

Polres Pamekasan Gencarkan Patroli Malam, Belasan Motor Berknalpot Brong Diamankan

Sunday, 31 May 2026 - 22:13

Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep

Berita Terbaru