Aksi Panas di Surabaya, Demonstran Desak Bea Cukai Tindak PR Subur Jaya

Thursday, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Newsline.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Front Aksi Massa (FAMAS) bersama Mahardika menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Senin (23/02/2026). Mereka menyoroti dugaan lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan.

Dalam aksi tersebut, massa menilai peredaran rokok tanpa pita cukai resmi masih berlangsung bebas dan belum ditangani secara maksimal oleh aparat penegak cukai di wilayah Madura.

Koordinator lapangan aksi, Rachmad Kurnia Irawan, menyebut salah satu pabrik rokok di Pamekasan, yakni PR Subur Jaya atau yang dikenal dengan merek HJS, diduga masih memproduksi rokok ilegal.

“Produk mereka diduga masih beredar luas. Bahkan ada dugaan penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukan,” teriak Rachmad saat menyampaikan orasi.

Baca Juga  Sultan Madura: H. Her, di Balik Rokok Ilegal? Pengakuan Emosional Ibu Penjual Bikin Geger

Menurutnya, aksi di Surabaya dilakukan karena masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap kinerja Bea Cukai di wilayah Madura. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pegawai yang bertugas di daerah tersebut.

“Kami mendesak dilakukan evaluasi total. Jangan sampai ada pembiaran terhadap pelanggaran yang merugikan negara,” ujarnya.

Massa juga meminta Kanwil DJBC Jatim I turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah pabrik rokok yang diduga memproduksi barang ilegal.

Selain itu, mereka menuntut penindakan tegas terhadap gudang penyimpanan maupun jalur distribusi rokok tanpa cukai sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Dalam orasinya, peserta aksi menilai jumlah rokok ilegal di Madura terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi itu dianggap bertolak belakang dengan upaya penegakan hukum yang seharusnya mampu menekan angka peredaran barang ilegal.

Baca Juga  Belanja Mobil Dinas Wabup Sumenep Rp813 Juta Disorot, Ada Sisa Anggaran Rp157 Juta Disebut Sudah Masuk SILPA

“Setiap tahun justru makin banyak merek baru yang muncul. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata salah satu peserta aksi.

Tak hanya menyampaikan tuntutan di tingkat wilayah, massa juga mengancam akan membawa persoalan tersebut ke tingkat nasional apabila tidak ada tindakan nyata dari pihak terkait.

Mereka menyatakan siap melapor ke Kementerian Keuangan RI hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila ditemukan dugaan keterlibatan oknum dalam praktik peredaran rokok ilegal.

“Kami akan terus kawal persoalan ini sampai tuntas. Jika perlu, aksi lanjutan dengan massa lebih besar akan kami gelar,” tegas Rachmad.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kanwil Bea Cukai Jatim I terkait tuntutan massa tersebut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru