SPPG Yayasan Al-Azhar Aeng Dake Kembali Disorot, Dugaan Kelalaian Berulang Picu Kritik

Monday, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Polemik terkait kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Yayasan Al-Azhar Aeng Dake, Kecamatan Bluto, kembali mencuat ke publik. Insiden makanan yang diduga tidak layak konsumsi memicu reaksi keras dari wali murid serta berbagai pihak yang menaruh perhatian terhadap program tersebut.

Sorotan terbaru muncul setelah beredarnya laporan mengenai menu makanan yang diduga sudah tidak segar saat disajikan kepada siswa. Kejadian itu sontak menjadi perbincangan luas dan menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap keamanan konsumsi anak-anak mereka di sekolah.

Pihak pengelola dapur SPPG akhirnya angkat bicara setelah dikonfirmasi oleh tim wartawan. Dalam keterangannya, mereka mengakui adanya kekeliruan dalam proses produksi makanan.

“Peristiwa ini merupakan bentuk kelalaian dari tim produksi kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan agar kualitas makanan tetap terjaga,” ujar perwakilan pengelola, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga  Inspektorat Dalami Dugaan Penyimpangan di Kebun Dadap Timur, DPRD Soroti Pentingnya Transparansi Desa

Namun demikian, kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, dapur SPPG yang sama juga sempat menjadi sorotan setelah ditemukan adanya ulat dalam menu makanan yang diterima salah satu siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Bluto. Kasus itu sempat viral di media sosial dan menuai kecaman dari masyarakat.

Terulangnya insiden serupa membuat sejumlah pihak mempertanyakan keseriusan pengelola dalam melakukan evaluasi internal. Salah satunya datang dari perwakilan YLBH Madura, Dedy, yang sebelumnya juga turut menyoroti kasus serupa.

Menurut Dedy, kejadian berulang dengan alasan yang sama menunjukkan bahwa tidak ada pembenahan signifikan dalam sistem pengelolaan dapur.

“Ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Kalau kejadian yang sama terus terulang dan alasannya selalu kelalaian, artinya ada masalah serius dalam sistem pengawasan,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga  Ahmad Rohmat Hidayatullah Siap Bertarung di Bursa Ketua KNPI Sumenep: "Ini Panggilan Perjuangan!"

Ia menambahkan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Dedy menegaskan bahwa aspek kebersihan, keamanan, dan kelayakan makanan tidak boleh diabaikan dalam program tersebut. Ia juga mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat dari instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Tidak boleh ada kompromi. Pengelola harus benar-benar disiplin dalam menerapkan standar operasional,” tegasnya.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada distribusi, tetapi juga pada kualitas dan keamanan makanan yang disajikan. Evaluasi menyeluruh dinilai menjadi langkah penting agar kepercayaan masyarakat terhadap program ini tetap terjaga.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Mengguncang Polemik Ijazah UNIBA, Saksi Beberkan Fakta yang Selama Ini Tertutup
Empat Paket Plasma Muncul di SiRUP Disbudporapar Sumenep, Nilai Hampir Rp800 Juta dan Volume Tak Lazim Jadi Sorotan
Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 15 June 2026 - 15:52

Mengguncang Polemik Ijazah UNIBA, Saksi Beberkan Fakta yang Selama Ini Tertutup

Sunday, 14 June 2026 - 09:10

Empat Paket Plasma Muncul di SiRUP Disbudporapar Sumenep, Nilai Hampir Rp800 Juta dan Volume Tak Lazim Jadi Sorotan

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 15:23

Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59