SUMENEP, Newsline.id – Dinamika suksesi kepemimpinan di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumenep mulai memunculkan tokoh-tokoh muda potensial. Salah satunya adalah Ahmad Rohmat Hidayatullah, alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menyatakan secara terbuka niatnya maju sebagai calon Ketua KNPI Sumenep.
Tokoh muda yang kini aktif di Yayasan Lembaga Berbadan Hukum (YLBH) Madura ini mengaku sudah mantap untuk ikut serta dalam kontestasi kepemudaan tersebut. Kepada awak media pada Sabtu (05/07/2025), ia menyampaikan bahwa langkah ini merupakan hasil dari pertimbangan matang dan telah melalui diskusi panjang bersama para seniornya.
“Keputusan ini bukan sekadar ambisi pribadi. Ini adalah bentuk komitmen dan panggilan perjuangan untuk menghidupkan kembali marwah KNPI sebagai wadah pemuda yang kritis, progresif, dan kontributif terhadap pembangunan daerah,” ungkap Dayat, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan kesiapannya bukan hanya sebatas wacana. Dalam waktu dekat, ia akan mengintensifkan komunikasi dengan berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) untuk membangun sinergi dan dukungan.
Dayat juga tak segan membagikan visi-misinya yang berfokus pada penguatan kualitas generasi muda Sumenep.
“Visi saya adalah membawa KNPI Sumenep menjadi pusat pembinaan pemuda yang unggul secara intelektual, terampil dalam berkarya, serta memiliki nasionalisme tinggi dan daya saing kuat,” ujarnya optimis.
Lebih lanjut, ia turut menyoroti dinamika internal DPD KNPI Sumenep yang belakangan ini menjadi sorotan publik. Menurutnya, ketidakpastian arah organisasi, kekosongan jabatan Sekretaris Jenderal, dan pengunduran diri beberapa anggota harus segera ditindaklanjuti secara serius.
“Sebagai kader muda, saya jujur merasa risih melihat kebuntuan ini. Bangku Sekjen kosong, ada lima pengurus mundur, tapi tidak ada klarifikasi yang jelas dari pihak DPD KNPI. Ini mencoreng citra organisasi,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar kepengurusan KNPI saat ini bertindak transparan dan bertanggung jawab dalam menyikapi kondisi tersebut. Masa bakti yang sudah berakhir, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk mempertahankan kekuasaan.
“Organisasi sebesar KNPI harus menjadi contoh dalam regenerasi. Jangan sampai kita terkesan anti terhadap perubahan. Ini sudah saatnya estafet kepemimpinan diserahkan kepada generasi baru,” imbuhnya.
Dayat mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar KNPI Sumenep segera keluar dari turbulensi internal yang melelahkan, dan kembali menjadi rumah besar bagi seluruh OKP di Sumenep.
“Sudah cukup polemik berkepanjangan ini. KNPI itu rumah kita semua. Saya siap membawa semangat baru, energi baru, dan arah baru bagi masa depan pemuda Sumenep,” pungkasnya.








