Sekda Sumenep Edy Rasiyadi Pensiun Akhir Agustus, Publik Nantikan Figur Pengganti yang Mampu Jaga Tradisi Pelayanan Terbuka

Tuesday, 5 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep akan segera mengalami transisi. Ir. Edy Rasiyadi, M.Si., pejabat yang saat ini menduduki posisi tertinggi dalam struktur birokrasi Pemkab Sumenep, dijadwalkan mengakhiri masa pengabdiannya pada akhir Agustus 2025, seiring dengan memasuki usia pensiun.

 

Pria kelahiran Sumenep, 8 Agustus 1965 itu telah mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 35 tahun. Edy memulai kariernya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Maret 1990. Mayoritas masa tugasnya dihabiskan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, tempat ia dikenal luas sebagai figur yang tekun dan berdedikasi tinggi.

 

Selama 25 tahun di Dinas PU Bina Marga, Edy menjabat berbagai posisi strategis, hingga akhirnya dipercaya sebagai Kepala Dinas. Kinerja dan prestasinya di instansi teknis itu menjadi batu loncatan yang mengantarkannya pada jabatan Sekda.

 

Penunjukan Edy sebagai Sekda pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Bupati KH. A. Busyro Karim, tepatnya sejak 24 Juni 2018. Ia kemudian melanjutkan tugas tersebut di era Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, dengan total masa jabatan selama 6 tahun 8 bulan.

 

Sebagai Sekda, Edy Rasiyadi memainkan peran sentral dalam menjalankan roda pemerintahan dan memastikan kesinambungan layanan publik. Selain menjalankan fungsi administratif dan pengawasan, ia juga menjadi figur yang menjembatani komunikasi antara kepala daerah, OPD, dan masyarakat.

Baca Juga  HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Gelar LK I di, Cetak Kader Intelektual dan Berjiwa Umat

 

Berbeda dengan sejumlah pejabat teknokrat lainnya, Edy dikenal dengan gaya kepemimpinan yang terbuka dan membumi. Ia seringkali menerima audiensi dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, insan pers, organisasi kepemudaan, hingga warga yang datang menyampaikan aspirasi secara langsung.

 

“Edy Rasiyadi adalah contoh ASN yang memiliki komitmen tinggi terhadap pelayanan publik. Beliau tidak hanya menonjol secara administratif, tetapi juga kuat dalam menjalin relasi kemanusiaan di tengah birokrasi,” ungkap aktivis sumenep Dayat

 

Namun, pensiunnya Edy juga memunculkan tanda tanya di kalangan publik mengenai siapa sosok yang akan ditunjuk menggantikannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait proses pengisian jabatan Sekda.

 

Bagi masyarakat Sumenep, pemilihan Sekda bukan sekadar soal administratif. Posisi ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama pada masa transisi berbagai program pembangunan daerah.

 

Tak sedikit pihak berharap agar pengganti Edy Rasiyadi mampu melanjutkan tradisi keterbukaan dan pelayanan yang selama ini terbangun. Di tengah tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks, figur Sekda harus mampu menjaga ritme koordinasi dan menjawab tuntutan transparansi serta akuntabilitas publik.

Baca Juga  Pekerjaan CV Cahaya Beton Abadi di Pragaan Diduga Asal Jadi, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Rp545 Juta

 

“Kami harap Sekda baru nanti tidak hanya cakap secara manajerial, tapi juga punya kepekaan sosial seperti Pak Edy. Peran Sekda sangat penting sebagai motor birokrasi dan penentu arah kebijakan harian pemerintahan,” kata Dayat.

 

Beberapa kalangan juga mendesak agar proses pengangkatan Sekda dilakukan secara terbuka dan profesional, mengedepankan kompetensi dan integritas. Hal ini penting agar publik mendapatkan keyakinan bahwa jabatan tersebut tidak diwarnai kompromi politik atau kepentingan sempit kelompok tertentu.

 

Dengan sisa waktu menjelang purnabakti, Edy Rasiyadi diperkirakan masih akan merampungkan sejumlah agenda internal, termasuk proses penyerahan dokumen penting serta penyusunan laporan akhir masa jabatan.

 

Pemerintah Kabupaten Sumenep pun diharapkan segera menetapkan Plh (Pelaksana Harian) Sekda sebagai pengganti sementara jika penunjukan definitif belum selesai hingga akhir Agustus.

 

Terlepas dari proses tersebut, sosok Edy Rasiyadi akan tetap dikenang dalam sejarah birokrasi Sumenep sebagai figur yang konsisten dalam etos kerja dan rendah hati dalam sikap. Pensiunnya menjadi momen refleksi, tidak hanya bagi birokrasi internal, tetapi juga bagi masyarakat yang mendambakan pelayanan publik yang humanis dan profesional.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru