PAMEKASAN, Newsline.id – Kemenangan Madura United atas PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 pada Jumat malam menjadi kenangan terakhir bagi Mbah Hosen untuk menyaksikan langsung tim kebanggaannya berlaga dari tribun Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
Sehari setelah pertandingan tersebut, kabar duka menyelimuti keluarga besar Madura United. Mbah Hosen, sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu suporter senior sekaligus ikon klub, meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2026).
Kepergian Mbah Hosen meninggalkan ruang kosong di tengah komunitas suporter Madura United. Selama bertahun-tahun, sosoknya begitu mudah dikenali di tribun, khususnya di area bawah papan skor yang telah menjadi tempat khasnya menyaksikan pertandingan.
Bagi Mbah Hosen, mendukung Madura United bukan sekadar datang ke stadion ketika pertandingan berlangsung. Kesetiaan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak awal perjalanan klub berjuluk Laskar Sape Kerrab itu.
Tak heran, pertandingan melawan PSIM Yogyakarta terasa begitu berarti. Tanpa disadari, malam tersebut menjadi kali terakhir Mbah Hosen berada di tribun dan turut merasakan atmosfer pertandingan bersama suporter lainnya.
Kabar kepergian Mbah Hosen juga mendapat perhatian dari manajemen Madura United. Presiden Madura United, Ahsanul Qosasi, datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan penghormatan terakhir.
Kehadiran Ahsanul Qosasi menjadi bentuk penghargaan terhadap sosok yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Madura United dari sisi tribun.
Bagi keluarga besar Madura United, Mbah Hosen bukan sekadar seorang penonton. Ia adalah salah satu wajah yang merepresentasikan kesetiaan suporter terhadap klub.
Kini, tribun bawah papan skor akan kehilangan sosok yang selama ini begitu lekat dengan tempat tersebut. Namun, suara dukungan dan cerita tentang loyalitas Mbah Hosen akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Madura United.
Ia telah meninggalkan stadion untuk selamanya. Tetapi jejaknya sebagai salah satu suporter setia Laskar Sape Kerrab akan terus dikenang.
Penulis : Rohim
Editor : MTAB








