Pekerjaan CV Cahaya Beton Abadi di Pragaan Diduga Asal Jadi, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek Rp545 Juta

Thursday, 9 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Proyek rekonstruksi jalan Pragaan Laok–Pragaan Daja di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang dikerjakan oleh CV Cahaya Beton Abadi dengan anggaran sebesar Rp545.898.000 diduga dikerjakan asal-asalan.

Pekerjaan yang bersumber dari APBD 2025 itu kini menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, kegiatan tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, dengan nomor kontrak 600.1.9/59932444/KTR-04/108.3/2025 tertanggal 4 Agustus 2025.

Namun ironisnya, hasil pekerjaan di lapangan jauh dari harapan masyarakat.

Sejumlah warga yang ditemui Newsline.id di lokasi mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan proyek yang sebagian besar berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) itu. Mereka menilai pelaksana proyek terkesan bekerja tanpa memperhatikan standar teknis.

“Lihat sendiri, batunya banyak yang tidak tersusun rapi, semen dan pasirnya seperti tidak seimbang. Belum dua minggu selesai, beberapa bagian sudah mulai retak,” ujar salah satu warga Pragaan Laok, yang enggan disebut namanya, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga  Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih Nyabakan Timur Terhenti, Pekerja Mogok Akibat Upah Belum Dibayar

Menurut warga, pengerjaan proyek yang seharusnya memperkuat bahu jalan dan mencegah longsor justru terlihat asal jadi. Beberapa titik TPT bahkan tampak miring dan tidak memiliki drainase yang memadai.

“Kalau pekerjaan seperti ini dibiarkan, nanti musim hujan tinggal menunggu waktu saja longsor lagi. Sayang uang rakyat sampai setengah miliar lebih kalau hasilnya seperti ini,” imbuhnya.

Pantauan Newsline.id di lokasi proyek menunjukkan bahwa TPT pekerjaannya hanya beberapa meter saja. Selain itu, tak ditemukan papan informasi teknis tentang volume pekerjaan, panjang TPT, maupun lama pelaksanaan proyek hanya papan umum yang memuat nilai kontrak dan nama rekanan.

Seorang tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan bahwa proyek tersebut tidak pernah melibatkan warga dalam proses pengawasan.

“Kami hanya tahu ada proyek masuk, tiba-tiba sudah dikerjakan. Tidak ada sosialisasi atau penjelasan tentang spesifikasi teknis. Padahal proyek ini berada di wilayah kami,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Dinas PUTR Kabupaten Sumenep hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait kualitas pekerjaan CV Cahaya Beton Abadi tersebut.

Baca Juga  Dikonfirmasi Berulang Kali, PT Garam dan Dinas Perairan Kompak Bungkam Soal Pembongkaran Garasi Warga Marengan Laok

Proyek dengan nilai kontrak Rp545.898.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 ini seharusnya menjadi solusi peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Pragaan yang dikenal rawan rusak akibat curah hujan tinggi.

Namun dengan mutu pekerjaan yang diragukan, masyarakat menilai proyek itu hanya menghabiskan anggaran tanpa manfaat maksimal.

Warga berharap Inspektorat dan aparat penegak hukum segera turun memeriksa pelaksanaan proyek tersebut.

“Kalau proyek ini benar dikerjakan dengan dana lebih dari lima ratus juta, kami minta diperiksa. Jangan hanya dikerjakan asal jadi, tapi laporan dibuat seolah sempurna,” pungkas salah satu warga Pragaan.

Hingga kini, papan proyek masih terpasang di lokasi dengan mencantumkan nama kontraktor CV Cahaya Beton Abadi sebagai pelaksana kegiatan. Namun kualitas pekerjaan yang dianggap amburadul menjadi catatan buruk bagi pelaksanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sumenep tahun 2025 ini.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru