SUMENEP, Newsline.id – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, menjadi keluhan dan perbincangan di tengah masyarakat.
Proyek pembangunan yang sebelumnya diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa tersebut kini justru menuai sorotan. Pasalnya, pembangunan KDMP dinilai belum menunjukkan perkembangan sebagaimana yang diharapkan dan diduga mengalami kondisi mangkrak.
Tak hanya persoalan progres pembangunan, sejumlah pekerja atau tukang juga dikabarkan belum menerima pembayaran upah atas pekerjaan yang telah mereka lakukan.
Kondisi tersebut menambah keresahan di kalangan masyarakat maupun pekerja yang terlibat dalam pembangunan. Informasi yang berkembang bahkan menyebutkan bahwa mandor pembangunan KDMP tersebut diduga tidak lagi berada di lokasi dan disebut-sebut sulit dihubungi.
Namun, informasi mengenai keberadaan mandor maupun persoalan pembayaran upah tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Sorotan masyarakat semakin menguat karena hingga kini belum ada penjelasan terbuka mengenai kondisi pembangunan, mekanisme pembayaran kepada para pekerja, maupun penyebab terhentinya pekerjaan di lokasi.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Legung Barat terkait kondisi pembangunan KDMP, termasuk persoalan upah tukang dan keberadaan mandor, belum mendapatkan jawaban.
Konfirmasi tersebut penting dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai status pembangunan, pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, serta langkah pemerintah desa dalam menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah desa maupun pihak terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah warga.
Terlebih, pembangunan KDMP merupakan bagian dari program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat desa. Karena itu, transparansi mengenai pelaksanaan pembangunan, penggunaan anggaran, progres pekerjaan, hingga pembayaran kepada tenaga kerja dinilai penting untuk diketahui publik.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Desa Legung Barat maupun pihak pelaksana pembangunan mengenai dugaan mangkraknya proyek, pembayaran upah tukang, serta informasi mengenai mandor yang disebut-sebut tidak berada di lokasi.
Newsline.id masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Legung Barat, pelaksana pembangunan, mandor, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
Penulis : Red
Editor : Moch Thoriqil Akmal








