Rokok Ilegal “Sinar Gudang Emas” Kuasai Pasar Madura, Diduga Pemilik Inisial H. HR

Tuesday, 19 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Peredaran rokok ilegal kembali menjadi sorotan. Kali ini, produk baru bermerek Sinar Gudang Emas diduga kuat menguasai pasar di Madura tanpa hambatan dari aparat penegak hukum, khususnya Bea Cukai Madura.

Rokok dengan desain mencolok berwarna merah-putih itu disebut baru beredar sekitar enam bulan lalu, namun kini sudah merajai toko kelontong di berbagai daerah.

“Rokok baru milik H. HR dari Blumbungan, Larangan. Baru setengah tahun keluar, tapi sudah berlari kencang di pasaran,” ungkap Dayat

Berdasarkan penelusuran, rokok Sinar Gudang Emas dijual dengan harga sekitar Rp8.000 per bungkus. Selain itu, sejumlah toko kelontong di Pamekasan juga kedapatan menjual berbagai merek rokok ilegal lain dengan kemasan berwarna-warni yang menggoda konsumen.

Baca Juga  Bandar Rokok Ilegal ‘Angker’ Kebal Hukum, Bea Cukai Madura Cuma Gertak Pedagang Kecil

Narasumber menyebut peredaran rokok ilegal tersebut tidak hanya terkonsentrasi di Pamekasan, tetapi juga menyebar ke kabupaten lain di Madura, termasuk Sampang dan Sumenep.

“Pamekasan jadi salah satu pusat suplai. Dari sini rokok ilegal didistribusikan ke banyak daerah. Sasarannya jelas, wilayah Madura,” tambahnya.

Namun, hingga kini pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dipimpin Djaka Budi Utama belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya peredaran rokok ilegal tersebut.

Sementara itu, sosok H. HR yang disebut-sebut sebagai pemilik Sinar Gudang Emas juga belum dapat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi ke kediamannya di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, belum membuahkan hasil.

Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan besar soal keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas rokok ilegal. Pasalnya, praktik ini bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga menunjukkan adanya pembiaran yang mencoreng citra lembaga berwenang.

Baca Juga  Halal Bihalal Jadi Momentum Strategis, Sekolah Fatimah Scol Jabaan Gandeng MH Said Abdullah Perkuat Pendidikan

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59