SUMENEP, Newsline.id – Tradisi Halal Bihalal di Sekolah Fatimah Scol Jabaan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, tahun ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Kegiatan yang digelar pada Selasa (24/03/2026) tersebut justru menjelma menjadi momentum strategis dengan ditandatanganinya kerja sama antara pihak sekolah dan tokoh masyarakat, MH Said Abdullah.
Sejak pagi, lingkungan sekolah tampak ramai oleh kehadiran berbagai elemen masyarakat. Mulai dari jajaran tenaga pendidik, staf sekolah, wali murid, hingga tokoh agama dan unsur pemerintahan kecamatan turut hadir menyaksikan rangkaian acara.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menciptakan suasana khidmat, dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang menekankan pentingnya menjaga persaudaraan pasca-Ramadan. Para siswa juga turut ambil bagian dengan menampilkan pertunjukan seni yang menambah semarak acara.
Dalam sambutannya, MH Said Abdullah menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan hanya tradisi seremonial, tetapi memiliki makna mendalam dalam memperkuat kebersamaan.
“Momentum ini harus kita jadikan titik awal mempererat hubungan sosial. Ketika hubungan baik terjaga, maka upaya membangun pendidikan yang berkualitas akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan berbagai pihak untuk menjawab tantangan zaman, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Sementara itu, Kepala Sekolah Fatimah Scol Jabaan menilai kehadiran MH Said Abdullah menjadi energi baru bagi pengembangan sekolah. Ia menyebut kerja sama yang terjalin bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret dalam mendorong kemajuan pendidikan.
“Kami berharap sinergi ini dapat memberikan dampak nyata, terutama dalam peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas guru, dan akses pendidikan bagi siswa yang membutuhkan,” ungkapnya.
Prosesi penandatanganan kerja sama menjadi puncak acara. Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak berkomitmen untuk bekerja sama di sejumlah bidang, di antaranya pengembangan kurikulum berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu.
Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan terhadap pengembangan sarana dan prasarana pendidikan serta pelaksanaan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar.
Suasana keakraban semakin terasa saat seluruh tamu undangan mengikuti sesi ramah tamah dan makan bersama. Momen ini dimanfaatkan untuk berdiskusi santai sekaligus memperkuat hubungan emosional antar pihak.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi awal dari langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Manding. Kolaborasi yang terbangun juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Sumenep untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui Halal Bihalal, seluruh pihak optimistis dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.
Penulis : T2
Editor : MTAB








