Ribuan Buruh Rokok dan Petani Tembakau Datangi Polres Pamekasan, Tolak Rencana Aksi LSM A1

Tuesday, 27 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Ribuan buruh rokok PT HJS Subur Jaya bersama petani tembakau di Kabupaten Pamekasan menggelar aksi jalan kaki menuju Mapolres Pamekasan, Selasa (27/1/2026). Massa bergerak dari Jalan Jokotole sebagai bentuk penolakan terhadap rencana aksi demonstrasi yang disebut akan dilakukan oleh LSM Aspirasi Rakyat Bersatu (A1).

Selain melakukan long march, sejumlah perwakilan buruh dan petani juga mengikuti audiensi dengan jajaran Polres Pamekasan. Audiensi tersebut membahas keresahan buruh terkait isu surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada perusahaan tempat mereka menggantungkan hidup.

Koordinator lapangan aksi, Junaidi, mengatakan kehadiran ribuan buruh dan petani merupakan bentuk kegelisahan kolektif atas maraknya surat-surat aksi dari oknum lembaga swadaya masyarakat yang dinilai berpotensi mengganggu keberlangsungan perusahaan.

“Kami ini buruh, hidup dari pabrik. Kalau perusahaan didemo terus sampai ditutup, siapa yang menjamin nasib kami? Anak kami sekolah, dapur kami mengepul dari HJS,” ujar Junaidi di hadapan peserta aksi.

Ia menegaskan, buruh dan petani merasa tidak terima jika perusahaan rokok HJS Subur Jaya tiba-tiba menjadi sasaran aksi, tanpa kejelasan duduk perkara yang dirasakan langsung oleh pekerja di lapangan.

Baca Juga  Langgar Aturan Daerah, Teman Djuang Cafe di Pamekasan Ditutup Usai Gelar Acara DJ

Menurutnya, selama ini HJS Subur Jaya telah menunjukkan kontribusi nyata, baik kepada negara maupun masyarakat sekitar. Ia menyebut nilai penebusan pita cukai perusahaan dalam setahun mencapai puluhan miliar rupiah.

“Dalam setahun penebusan pita cukai sekitar Rp45 miliar, dengan kewajiban pajak kurang lebih Rp17 miliar. Selain itu, CSR kami berjalan rutin, mulai dari pembangunan masjid, mushalla, madrasah, santunan anak yatim, kaum dhuafa, hingga program bedah rumah,” jelasnya.

Junaidi juga menyoroti peran perusahaan dalam menjaga keberlangsungan petani tembakau lokal. Pada tahun ini saja, HJS Subur Jaya disebut telah menyerap pembelian tembakau dalam jumlah besar.

“Kurang lebih 1.500 ton tembakau terserap tahun ini. Ini bukan angka kecil bagi petani Pamekasan,” imbuhnya.

Di sisi lain, diketahui LSM Aspirasi Rakyat Bersatu (A1) telah mengirimkan surat pemberitahuan aksi demonstrasi bernomor 13.A1.01.2026. Surat tersebut memuat empat poin dugaan pelanggaran yang ditujukan kepada PT HJS Subur Jaya.

Baca Juga  Dua Tahun Tak Ada Pembangunan, Dana Desa Murtajih Diduga Jadi Modal MBG?

Poin pertama menyangkut dugaan penggunaan pita cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) isi 12 batang untuk produk Sigaret Kretek Mesin (SKM) isi 20 batang. Poin kedua terkait dugaan peredaran rokok ilegal merek Just Mild dan Just Full yang disebut beredar tanpa pita cukai resmi, termasuk dugaan pita cukai palsu dan salah personalisasi.

Poin ketiga menyinggung dugaan kerugian negara serta persaingan usaha tidak sehat akibat penghindaran kewajiban cukai dan pajak. Sementara poin keempat berkaitan dengan dugaan pelanggaran penetapan harga jual eceran (HJE) karena produk dijual di bawah ketentuan pemerintah.

Menanggapi isu tersebut, para buruh dan petani berharap aparat penegak hukum bersikap objektif dan tidak gegabah, serta mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi jika polemik ini berujung pada terganggunya operasional perusahaan.

“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Kalau ada persoalan hukum, silakan diproses sesuai aturan, tapi jangan sampai kami yang jadi korban,” pungkas Junaidi.

Penulis : OR

Editor : MTAB

Berita Terkait

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru