Puluhan Siswa di Tlanakan Diduga Keracunan Usai Konsumsi Program Makan Bergizi Gratis

Tuesday, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, menuai sorotan tajam. Puluhan siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bergema Center, Selasa (9/9/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, distribusi MBG oleh SPPG Bergema Center yang berlokasi di Desa Larangan Tokol, Tlanakan, rutin dilakukan setiap pagi sekitar pukul 08.00. Pada hari itu, sebanyak 1.776 porsi makanan dibagikan ke berbagai sekolah di wilayah kecamatan tersebut.

Namun, tak lama setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa Yayasan Al Falah mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah. Kondisi serupa juga dialami para siswa di SMK Maarif Branta Tinggi, bahkan beberapa di antaranya mengalami diare.

Baca Juga  Milad Muhammadiyah Dibatalkan Mendadak, Pemkab Sampang Dituding Diskriminatif

Akibat kejadian ini, 23 orang menjadi korban, terdiri dari 21 siswa dan 2 guru. Mereka terpaksa mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan. Tercatat tiga orang dirawat di Puskesmas Tlanakan, empat orang lainnya dibawa ke RSUD Pamekasan, sementara sisanya menjalani perawatan secara mandiri di rumah wali murid.

Menindaklanjuti insiden ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan segera mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjawab penyebab pasti dugaan keracunan massal.

Pada sore harinya, sekitar pukul 18.00, Kepala SPPG Bergema Center, Aris Firman Hidayah, telah dimintai keterangan oleh pihak berwenang. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak Bergema Center belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang menimpa puluhan siswa tersebut.

Baca Juga  Rokok Gajah Biru Diduga Satu Produksi dengan Rokok Ilegal Masterclass

Program MBG sejatinya dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, kasus ini membuat masyarakat mempertanyakan standar keamanan pangan dalam proses produksi maupun distribusi.

Berita Terkait

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru