Bea Cukai Didesak Usut PR. Pandawa Tunggal, Pabrik Rokok Ilegal yang Diduga Milik Fery Purwanto

Sunday, 5 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Dugaan pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal merek PCX yang diproduksi oleh PR. Pandawa Tunggal di Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, semakin memancing kritik publik.

Pasalnya, meski telah berbulan-bulan diketahui beredar luas tanpa pita cukai, aparat penegak hukum dan Bea Cukai Madura dinilai tak kunjung bertindak tegas.

Menurut pantauan lapangan, rokok PCX dengan bungkus dominan warna kuning dan biru itu kini dengan mudah ditemukan di sejumlah warung dan toko eceran di wilayah Pamekasan, Sampang, bahkan hingga Sumenep. Ironisnya, penjual mengaku tidak pernah mendapat teguran, apalagi razia.

“Kalau Bea Cukai serius, seharusnya sudah ditindak sejak lama. Ini kok seperti dibiarkan. Jangan-jangan ada yang bermain di balik bisnis ini,” ujar Zainul

Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, rokok PCX diduga dimiliki oleh Fery Purwanto, warga Dusun Candi, Desa Polagan, Pamekasan.

Fery disebut-sebut memiliki jaringan kuat yang memasarkan rokok tanpa pita cukai tersebut hingga ke pelosok Madura.

Salah seorang warga Larangan berinisial S mengungkapkan, aktivitas produksi rokok itu berjalan lancar tanpa gangguan, seolah-olah mendapat “perlindungan” dari pihak tertentu.

“Yang aneh, rokok ini diproduksi terang-terangan, tapi aparat diam saja. Pabriknya tetap jalan, truk pengangkut keluar masuk setiap malam,” katanya.

Publik pun mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberantas peredaran rokok ilegal yang jelas-jelas merugikan keuangan negara dan mencoreng wibawa penegak hukum.

Baca Juga  Galian C Diduga Milik Inisial S di Rong Erong Bluto Tak Tersentuh Hukum

Bea Cukai Madura dianggap lemah dalam pengawasan. Padahal, dalam berbagai kesempatan, lembaga ini kerap menggelar sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” dengan anggaran besar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Namun, faktanya di lapangan justru sebaliknya: peredaran rokok tanpa pita cukai terus tumbuh subur, sementara yang disosialisasikan hanyalah spanduk dan baliho tanpa tindakan nyata.

“Setiap tahun Bea Cukai dapat anggaran sosialisasi besar dari DBHCHT, tapi hasilnya nihil. Malah rokok ilegal makin banyak. Artinya, anggaran itu tidak efektif,” kritik zainul

Ia menegaskan, lemahnya tindakan hukum justru menciptakan iklim usaha timpang, karena pabrik rokok resmi yang taat bayar cukai kalah bersaing dengan pelaku ilegal yang menjual produk lebih murah.

Sejumlah sumber lain menyebut, dugaan kuat adanya oknum aparat yang membekingi bisnis rokok ilegal di Madura bukan isapan jempol.

Modusnya, pabrikan ilegal cukup menyetor “uang keamanan” setiap bulan agar aktivitas produksi dan distribusi tidak diganggu.

Jika benar demikian, kondisi ini mencerminkan kolusi dan moral hazard di tengah aparat penegak hukum yang seharusnya menindak tegas pelanggaran cukai.

“Kalau aparat ikut bermain, masyarakat mau mengadu ke siapa? Negara dirugikan, tapi pelakunya dilindungi,” tutur Zainul menegaskan.

Melihat lemahnya respons aparat daerah, sejumlah aktivis mendorong Menteri Keuangan dan Dirjen Bea Cukai Pusat turun langsung ke Madura untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bea Cukai Madura.

Baca Juga  Pelapor Tunggu Panggilan Ulang BK DPRD Pamekasan, Laporan Dugaan Tindakan Amoral Salman Alfarisi Belum Diproses

“Kalau unit lokal tidak mampu, biar pusat yang turun. Jangan biarkan mafia rokok ilegal merajalela dan menistakan hukum negara,” ujar Zainul.

Para aktivis juga meminta agar pabrik-pabrik rokok di Madura diaudit ulang, karena banyak di antaranya diduga hanya beroperasi di atas kertas namun tetap menerima dana atau perlindungan tertentu.

Sementara itu, Zainul menilai, maraknya peredaran rokok ilegal akan berdampak jangka panjang pada penerimaan negara dan moral ekonomi masyarakat.

“Ketika masyarakat terbiasa membeli barang ilegal tanpa rasa bersalah, itu artinya hukum dan etika ekonomi kita sudah rusak. Negara kehilangan triliunan rupiah setiap tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika pemerintah tidak segera menindak para pelaku besar di balik industri ilegal ini, maka upaya reformasi fiskal di sektor cukai hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

Kasus rokok ilegal merek PCX di Pamekasan kembali menjadi cermin bahwa penegakan hukum di Madura masih tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Masyarakat kecil mudah ditindak karena menjual eceran, sementara pemilik modal besar tetap bebas beroperasi tanpa hambatan.

Jika kondisi ini terus berlanjut, maka bukan hanya negara yang rugi, tetapi juga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dan Bea Cukai akan runtuh sepenuhnya.

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 241 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59