SUMENEP, Newsline.id – Industri rokok di Madura kembali menunjukkan geliat positif. PT Empat Sekawan Mulia, salah satu perusahaan rokok yang berpusat di Kecamatan Lenteng, mengumumkan rencana pembangunan pabrik baru khusus produksi sigaret putih tangan (SPT).
Owner PT Empat Sekawan Mulia, H. Suhaydi, menegaskan bahwa ekspansi ini bukan sekadar langkah bisnis, melainkan juga bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian daerah.
“Kami akan membangun pabrik baru di kawasan Pandawa 5 Sentosa. Targetnya, pabrik ini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal dan membantu mengurangi angka pengangguran di Sumenep,” ungkapnya saat menghadiri acara penyaluran BLT DBHCHT untuk buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau, Selasa (19/8/2025).
Saat ini, PT Empat Sekawan Mulia telah mempekerjakan 1.368 orang, di antaranya 480 warga asli Sumenep. Dengan adanya pabrik baru, jumlah tersebut diperkirakan melonjak signifikan seiring bertambahnya kapasitas produksi.
Lebih lanjut, H. Suhaydi mendorong pemerintah daerah agar memperketat pengawasan terhadap pabrik rokok yang tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Ia menyinggung adanya indikasi pabrik fiktif yang hanya memanfaatkan pita cukai tanpa benar-benar berproduksi.
“Kalau industri mau maju, harus ada ketegasan. Jangan sampai ada pabrik abal-abal yang justru merugikan negara dan masyarakat. Kita ingin industri ini sehat, transparan, dan berdampak nyata,” tegasnya.
Menurutnya, peluang pasar untuk sigaret putih tangan masih terbuka lebar. Dengan jaringan distribusi yang telah menjangkau sejumlah minimarket modern, pihaknya optimistis produk rokok dari Madura bisa bersaing dengan brand besar nasional.
“Pasarnya jelas. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan memastikan distribusi berjalan lancar. Kami percaya rokok putihan buatan Madura bisa mendapat tempat di hati konsumen,” imbuhnya.
Ia pun berharap rencana ekspansi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya dalam hal kemudahan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung.
“Keberadaan pabrik baru bukan hanya untuk kepentingan perusahaan, tapi untuk masyarakat luas. Kalau industri jalan, ekonomi daerah juga ikut bergerak,” pungkasnya.








