SUMENEP, Newsline.id – Polemik keberadaan tempat hiburan malam (THM) MR Ball di Kabupaten Sumenep kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, muncul seruan untuk menggelar doa bersama di depan lokasi tempat hiburan tersebut.
Ajakan tersebut beredar melalui poster dan video yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Muslim Madura. Dalam materi yang beredar, masyarakat diajak mengikuti munajat bersama pada pukul 23.00 WIB.
Kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai melalui doa, menyusul keresahan dan penolakan yang berkembang terkait keberadaan THM MR Ball.
Dalam poster itu juga tercantum pesan yang menyinggung respons pemerintah terhadap aspirasi para kiai.
“Munajat kepada Allah, karena pemerintah sudah tidak mendengar aspirasi para kiai,” demikian bunyi pesan dalam materi ajakan tersebut.
Selain seruan doa bersama, terdapat pula tulisan “Meruyah MR Ball” yang menunjukkan adanya sikap penolakan terhadap keberadaan tempat hiburan malam tersebut.
Munculnya ajakan ini menambah dinamika persoalan THM di Sumenep. Sebelumnya, keberadaan sejumlah tempat hiburan malam juga menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat yang menyampaikan berbagai aspirasi terkait aktivitas hiburan malam di wilayah tersebut.
Melalui gerakan tersebut, Aliansi Pemuda Muslim Madura tampaknya memilih pendekatan keagamaan sebagai bentuk penyampaian sikap. Doa bersama ditempatkan sebagai sarana menyampaikan keresahan sekaligus harapan agar persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah.
Namun, pernyataan bahwa pemerintah tidak mendengar aspirasi para kiai merupakan bagian dari materi seruan yang beredar dan belum dapat dianggap sebagai fakta tanpa adanya konfirmasi dari pihak pemerintah maupun pihak terkait lainnya.
Rencana kegiatan di depan MR Ball juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan ketertiban umum. Apabila kegiatan benar-benar dilaksanakan, penyelenggara diharapkan dapat menjaga situasi tetap aman, tertib, dan berlangsung secara damai.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun pengelola MR Ball mengenai beredarnya seruan doa bersama tersebut.
Respons pemerintah dan pihak pengelola terhadap munculnya gerakan tersebut masih dinantikan, termasuk langkah yang akan diambil menyikapi aspirasi masyarakat mengenai keberadaan THM di Sumenep.
Penulis : Red
Editor : Moch Thoriqil Akmal








