Produksi Rokok Ilegal H. Edi Makin Menggila, Negara Dirampok dari Nero, Nero Bold, HND hingga 369 Sam Liok Kioe

Thursday, 21 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Skandal peredaran rokok ilegal di Pamekasan memasuki babak yang lebih serius. Setelah merek Netro dan Gigo diketahui beredar luas, kini terkuak bahwa H. Edi, warga Dempoh, Desa Paseyan, juga memproduksi sederet merek rokok tanpa pita cukai lainnya.

Merek-merek tersebut antara lain Nero, Nero Bold, HND Hitam, HND Putih, hingga 369 Sam Liok Kioe. Temuan ini memperlihatkan bahwa bisnis haram rokok ilegal di Pamekasan sudah dijalankan dengan skala industri, bukan sekadar usaha kecil-kecilan.

Pantauan tim Newsline.id, produk-produk ilegal itu dijual bebas di warung kecil hingga toko kelontong, bahkan bisa dipesan dengan mudah melalui jalur distribusi yang seolah sudah rapi terorganisir.

“Bahkan ada sales keliling yang datang menawarkan. Mereka terang-terangan membawa rokok-rokok itu tanpa takut diperiksa,” ungkap seorang pedagang di wilayah Palengaan, Pamekasan.

Baca Juga  Warga mendesak BGN dan Presiden Prabowo audit dapur MBG di Pamekasan, diduga ada permainan harga bahan baku demi keuntungan pribadi.

Kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan aparat. Padahal, dengan semakin banyaknya merek yang diproduksi, kerugian negara dari sisi penerimaan cukai tentu semakin besar.

Peredaran yang begitu lancar memunculkan dugaan adanya jaringan mafia cukai yang melindungi bisnis ilegal ini. Bagaimana mungkin produksi skala besar dengan banyak merek bisa berjalan tanpa tersentuh penindakan?

“Kalau aparat bener-bener serius, pabriknya sudah digerebek sejak lama. Tapi buktinya sampai sekarang tidak ada tindakan. Publik pantas curiga ada oknum yang ikut menikmati keuntungan,” tegas A.S., aktivis muda Pamekasan.

Selain merugikan negara, rokok ilegal juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Tidak ada standar produksi, tidak ada pengawasan kualitas, dan dijual murah sehingga mudah diakses oleh pelajar maupun anak-anak.

Baca Juga  Rokok Ilegal Flash Terus Berkeliaran, Aktivis Nilai Bea Cukai Madura Mandul Ungkap Aktor Besar

Hal ini bertolak belakang dengan semangat pemerintah yang gencar mengkampanyekan penurunan prevalensi perokok anak.

Kasus H. Edi seharusnya menjadi ujian besar bagi aparat Bea Cukai, Kepolisian, hingga Pemkab Pamekasan. Jika dibiarkan, bukan hanya wibawa negara yang runtuh, tetapi juga citra aparat akan hancur di mata masyarakat.

Masyarakat kini menunggu bukti nyata bahwa negara tidak tunduk pada mafia rokok ilegal. Penindakan tegas terhadap H. Edi dan jaringannya adalah harga mati.

Jika tidak, publik akan menganggap bahwa pemerintah hanya menjadi penonton pasif dalam perampokan uang negara.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru