PR Cahaya Diduga Main Mata dengan Bea Cukai, Rokok ‘Cahaya Pro’ Melenggang Bebas Meski Salah Pita Cukai

Thursday, 14 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Peredaran rokok merek Cahaya Pro buatan Perusahaan Rokok (PR) Cahaya yang beralamat di Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, kembali menuai sorotan. Meski disebut-sebut telah lama beroperasi dan produknya meluas hingga ke Surabaya, indikasi pelanggaran aturan cukai tetap saja terjadi tanpa sentuhan penindakan berarti.

 

Sumber lapangan menyebut, Cahaya Pro yang berisi 16 batang filter mild masih ditempeli pita cukai jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT). Padahal, secara kategori, produk tersebut seharusnya menggunakan pita cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM). Kesalahan ini bukan perkara sepele, karena jelas-jelas termasuk pelanggaran administrasi dan berpotensi merugikan penerimaan negara dari sektor cukai.

 

Baca Juga  Badan Kehormatan DPRD Pamekasan Panggil Pelapor Dugaan Pelanggaran Etik Anggota Dewan Salman Alfarisi

Ironisnya, kondisi ini bukan baru terjadi kemarin. Kesalahan peruntukan pita cukai ini berlangsung lama dan tetap dibiarkan, sehingga memunculkan dugaan adanya kongkalikong antara PR Cahaya dengan oknum Bea Cukai Madura.

 

“Kalau tidak ada yang membackup, mustahil bisa bertahan sekian lama,” ujar Hasyim Khafani.

 

Lebih jauh, beredar isu bahwa PR Cahaya bahkan menerima titipan mesin rokok filter dari oknum Bea Cukai setempat. Dugaan ini semakin menguatkan opini publik bahwa hubungan antara pengusaha rokok dan penegak aturan cukai di Madura sudah berubah menjadi “kemitraan gelap” yang saling menguntungkan.

 

Tak hanya Bea Cukai, rumor lain juga menyebut keterlibatan oknum aparat penegak hukum dari institusi kepolisian yang ikut bermain dalam bisnis rokok di wilayah ini. Jika benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar pelanggaran administrasi, melainkan menjadi potret nyata bobroknya pengawasan di sektor industri hasil tembakau.

Baca Juga  Tragedi PJU di Pragaan Seret Isu Hukum Ketenagakerjaan, Status Korban Disorot

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bea Cukai Madura maupun PR Cahaya terkait dugaan pelanggaran dan persekongkolan ini. Media ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59