PR Artha Jaya Milik Fajar Diduga Tak Produksi, Hanya Jadi Ajang Jual Beli Pita Cukai

Monday, 25 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, Newsline.id – Dugaan praktik penyalahgunaan izin pabrik rokok kembali menyeruak di Kabupaten Sumenep. Kali ini, sorotan publik mengarah pada Pabrik Rokok (PR) Artha Jaya yang berlokasi di Kecamatan Lenteng, dan disebut-sebut milik seorang pengusaha bernama Fajar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, PR Artha Jaya tidak benar-benar beroperasi memproduksi rokok, melainkan diduga hanya dijadikan sarana untuk mengalihkan pita cukai. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai pengawasan aparat terkait, khususnya Bea Cukai, yang seolah menutup mata terhadap praktik tersebut.

“Kalau pabrik itu tidak produksi, tapi tetap dapat jatah pita cukai, berarti ada permainan. Ini jelas-jelas pelanggaran aturan yang merugikan negara,” ujar seorang aktivis mahasiswa di Sumenep, Senin (25/8/2025).

Baca Juga  PD Sumekar Dinilai Gagal, Nilai Saham 49 Persen Tak Pernah Terbuka, Bupati Diminta Tegas Awasi Kerja Sama Migas

Dugaan praktik tersebut dinilai menjadi salah satu faktor maraknya rokok ilegal di Madura. Pita cukai resmi yang semestinya ditempel pada produk rokok pabrikan, justru rawan dijual dan dipakai untuk “mengamankan” rokok ilegal dari luar. Alhasil, negara kehilangan potensi penerimaan triliunan rupiah, sementara mafia cukai terus diuntungkan.

Sejumlah pihak menilai, kasus PR Artha Jaya menegaskan adanya fenomena “pabrik hantu” di Sumenep pabrik rokok yang secara administratif ada, tetapi tidak berproduksi, dan hanya berfungsi sebagai pintu masuk pita cukai. Fenomena ini memperburuk citra industri rokok legal, serta merusak persaingan usaha yang sehat.

“Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, harus segera mengevaluasi izin pabrik semacam ini. Kalau Artha Jaya tidak produksi, maka izinnya harus dicabut, dan pemiliknya diperiksa. Jangan sampai pengusaha seenaknya menggunakan izin untuk bancakan,” tegas Mubarok

Baca Juga  Ijazah Ditahan, Tagihan Tak Jelas: Ada Apa dengan Tata Kelola Kampus UNIBA Sumenep?

Hingga berita ini diturunkan, Fajar selaku pemilik PR Artha Jaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang beredar. Namun, publik mendesak agar Bea Cukai bersama aparat penegak hukum tidak lagi bersikap tebang pilih dalam memberantas peredaran rokok ilegal dan penyalahgunaan pita cukai di Sumenep.

“Kalau kasus seperti ini terus dibiarkan, sama saja negara ini kalah oleh mafia cukai. Kami ingin ada tindakan nyata, bukan sekadar wacana,” tutup Mubarok

Berita Terkait

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Komisi III DPRD Sumenep Soroti Dugaan Tender Bermasalah, PBJ dan PUTR Akan Dipanggil Pekan 
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 15:23

Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Thursday, 11 June 2026 - 18:30

Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59