Polsek Guluk-Guluk Dinilai Abai, Korban Penganiayaan Hidup dalam Ancaman

Tuesday, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Rasa aman yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara justru tidak dirasakan H, warga Dusun Guluk-Guluk Tengah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Ia mengaku terus dihantui rasa takut setelah menjadi korban penganiayaan sekaligus ancaman pembunuhan oleh pria berinisial Riji, warga Dusun Kalabaan, desa setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 4 September 2025. Namun hingga berita ini diturunkan, Polsek Guluk-Guluk belum juga melakukan langkah tegas terhadap pelaku. Riji disebut masih berkeliaran bebas, sementara korban dan keluarganya merasa tertekan dan tidak mendapat perlindungan hukum yang semestinya.

“Saat itu dia bukan hanya memukul saya, tapi juga mengancam akan membunuh. Bagaimana saya bisa tenang kalau orang yang mengancam nyawa saya masih dibiarkan bebas?” ungkap H, Selasa (9/9/2025).

Baca Juga  Sinkronisasi Program PPM 2026, Medco Energi dan Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi Pembangunan Masyarakat

Korban khawatir pelaku berusaha kabur atau bahkan melakukan serangan lanjutan. Sayangnya, respons kepolisian dinilai jauh dari harapan. Kanit Reskrim Polsek Guluk-Guluk, Huda, ketika dikonfirmasi, menyebut pihaknya memang belum memanggil terlapor.

“Iya, kalau nanti ada ancaman lagi, ya tinggal lapor lagi. Itu pidananya beda,” ujarnya dengan nada santai.

Pernyataan tersebut justru memantik kekecewaan publik. Aktivis muda Sumenep, Bagas Arrazy, menilai sikap aparat sangat tidak sensitif terhadap kondisi korban.

“Visum sudah ada, saksi sudah diperiksa, seharusnya langkah cepat dilakukan. Polisi mestinya mengedepankan prinsip melindungi korban, bukan menunggu kejadian berikutnya,” kata Bagas.

Ia menambahkan, kelalaian aparat bisa menimbulkan konsekuensi fatal.

“Kalau sampai terjadi hal buruk pada korban, ini bukan lagi sekadar kelalaian, tapi bentuk nyata kegagalan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Baca Juga  Misteri Kematian Pasien di Puskesmas Bluto, Keluarga Desak Komisi IV Bentuk Tim Independen

Kasus ini memperlihatkan dilema serius dalam penegakan hukum di daerah.

Alih-alih memberikan rasa aman, proses hukum yang lambat justru memperpanjang trauma korban. Masyarakat kini menunggu keseriusan Polsek Guluk-Guluk dalam menangani perkara yang menyangkut keselamatan jiwa warganya.

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru