SUMENEP, Newsline.id — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program nasional pemerintah. Secara nasional, terdapat 65 Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai daerah di Indonesia salah satunya di Desa Dapenda, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep.
Gedung Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dapenda, terus menunjukkan progres signifikan. Pembangunan fisik gedung tersebut telah mencapai sekitar 75 persen.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Dapenda, Fendi Susanto, menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian integral dari program kerja koperasi desa merah putih. Bantuan pembangunan tersebut secara administratif diterima atas nama Koperasi Desa Merah Putih.
“Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi bagian dari kerja Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu concern utama koperasi memang pada penguatan sektor nelayan, selain beberapa rencana kerja lainnya,” ujar Fendi, Kamis (25/12/2025).
Ia menambahkan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan, khususnya melalui penguatan sistem penjualan ikan dan pengelolaan usaha perikanan yang lebih terorganisir.
Berdasarkan informasi awal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat kunjungan ke Desa Dapenda pada 1 Oktober 2025, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025. Nilai kontrak pembangunan yang tertera di papan proyek mencapai Rp10.252.411.000.00
Meski demikian, Fendi menegaskan bahwa koperasi tidak terlibat dalam aspek teknis pelaksanaan proyek.
“Ada kontraktor pelaksananya, namun koperasi tidak mengetahui secara detail karena kami fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan pasca-pembangunan,” jelasnya.
Kampung Nelayan Merah Putih Dapenda dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi nelayan. Sejumlah fasilitas dan unit usaha disiapkan, antara lain penjualan ikan, bengkel kapal, sentra kuliner, serta dukungan sarana pendukung lainnya.
Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih Dapenda juga memiliki sejumlah unit usaha yang akan disinergikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih, meliputi:
1. Simpan pinjam
2. Cold storage
3. Jual beli eceran LPG
4. Katering kue dan makanan
5. Jual beli BBM
6. Perdagangan makanan dan minuman
Saat ini, tercatat sebanyak 22 orang nelayan telah tergabung dalam program tersebut dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah seiring beroperasinya fasilitas kampung nelayan dan koperasi desa merah putih.
Dengan selesainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Dapenda nantinya, pihak koperasi optimistis program tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, nelayan secara berkelanjutan.
Penulis : Fwd
Editor : R IE Q








