Progres Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Dapenda Capai 75 Persen, Ditarget Rampung Akhir 2025

Friday, 26 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program nasional pemerintah. Secara nasional, terdapat 65 Kampung Nelayan Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai daerah di Indonesia salah satunya di Desa Dapenda, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep.

Gedung Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dapenda, terus menunjukkan progres signifikan. Pembangunan fisik gedung tersebut telah mencapai sekitar 75 persen.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Dapenda, Fendi Susanto, menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian integral dari program kerja koperasi desa merah putih. Bantuan pembangunan tersebut secara administratif diterima atas nama Koperasi Desa Merah Putih.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi bagian dari kerja Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu concern utama koperasi memang pada penguatan sektor nelayan, selain beberapa rencana kerja lainnya,” ujar Fendi, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga  Rokok 54ryaku Diduga Milik Aldi, Dibekingi Oknum Polisi Sampang: Bea Cukai Madura Dinilai Takut

Ia menambahkan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan, khususnya melalui penguatan sistem penjualan ikan dan pengelolaan usaha perikanan yang lebih terorganisir.

Berdasarkan informasi awal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat kunjungan ke Desa Dapenda pada 1 Oktober 2025, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025. Nilai kontrak pembangunan yang tertera di papan proyek mencapai Rp10.252.411.000.00

Meski demikian, Fendi menegaskan bahwa koperasi tidak terlibat dalam aspek teknis pelaksanaan proyek.

“Ada kontraktor pelaksananya, namun koperasi tidak mengetahui secara detail karena kami fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan pasca-pembangunan,” jelasnya.

Kampung Nelayan Merah Putih Dapenda dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi nelayan. Sejumlah fasilitas dan unit usaha disiapkan, antara lain penjualan ikan, bengkel kapal, sentra kuliner, serta dukungan sarana pendukung lainnya.

Baca Juga  Satgas BKC Ilegal Diuji Ketegasannya: Beranikah Sentuh 7 Merek Rokok Ilegal Milik H. Edi Paseyan?

Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih Dapenda juga memiliki sejumlah unit usaha yang akan disinergikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih, meliputi:

1. Simpan pinjam

2. Cold storage

3. Jual beli eceran LPG

4. Katering kue dan makanan

5. Jual beli BBM

6. Perdagangan makanan dan minuman

Saat ini, tercatat sebanyak 22 orang nelayan telah tergabung dalam program tersebut dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah seiring beroperasinya fasilitas kampung nelayan dan koperasi desa merah putih.

Dengan selesainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Dapenda nantinya, pihak koperasi optimistis program tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, nelayan secara berkelanjutan.

Penulis : Fwd

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru