PNS Jadi Mafia Rokok Ilegal MasterClass, H. Munaji Dicaci: Malu-Maluin Aparatur Negara

Tuesday, 19 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Aroma busuk peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan semakin menyengat. Setelah mencuat dugaan keterlibatan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama H. Munaji sebagai pemilik pabrik rokok ilegal Masterclass, publik kini benar-benar geram.

Seorang ASN yang seharusnya menjadi contoh, justru diduga bermain di bisnis haram yang merampok uang negara. Tidak sedikit warganet, aktivis, hingga tokoh masyarakat yang menyebut tindakan Munaji sebagai “pengkhianatan terhadap rakyat”.

“Ini jelas-jelas wajah bobroknya birokrasi. ASN yang gajinya dari uang pajak rakyat, malah dobel: nyolong lewat rokok ilegal. Kalau benar, pecat, penjarakan, jangan kasih ampun,” kecam Dayat

Munaji kini bukan lagi dipandang sebagai abdi negara, melainkan diduga kuat sebagai mafia rokok ilegal berkedok PNS. Fakta bahwa ia bisa menjalankan pabrik tanpa izin bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum hanya mempertebal tudingan adanya “setoran khusus” ke oknum aparat.

Baca Juga  Balap Liar di Kota Sumenep Tak Terkendali, Dua Nyawa Melayang

“Kalau rakyat kecil bikin rokok tanpa cukai, sejam saja pasti disikat Bea Cukai. Tapi giliran PNS yang main, aman. Ini bukan sekadar tumpul ke atas, ini namanya hukum sudah jadi budak uang,” kata Dayat dari YLBH, dengan nada marah.

Kasus Munaji ini bukan hanya mencoreng nama Pemkab Pamekasan, tetapi juga mempermalukan seluruh ASN di Indonesia. Bayangkan, seorang pegawai negeri, yang setiap bulan digaji dari keringat rakyat, tega-teganya ikut merampok pemasukan negara lewat bisnis ilegal.

“Kalau pejabat atau PNS sudah ikut main, ya bubarkan saja Bea Cukai itu. Mau jadi lembaga apa mereka kalau pelanggaran telanjang kayak gini dibiarkan?” sindir Dayat.

Sampai berita ini diturunkan, Bea Cukai Madura bungkam seribu bahasa. Sementara Pemkab Pamekasan dan Inspektorat seakan ikut tidur panjang. Sikap diam ini justru memperkuat dugaan publik bahwa ada permainan busuk berjamaah di balik bisnis rokok ilegal Masterclass.

Baca Juga  Upacara Penurunan Bendera HUT ke-80 RI di Krejengan Berjalan Khidmat

“Kalau bupati serius, seharusnya malam ini juga Munaji dicopot dan diperiksa. Kalau cuma diam, artinya mereka semua terlibat dalam lingkaran kotor ini,” tegas Hasyim Kafhani dari LHGN.

Ironisnya, di tengah gegap gempita pemerintah bicara soal “reformasi birokrasi”, di Pamekasan justru ada PNS yang dicurigai bermental maling. Rakyat pun cuma bisa tertawa pahit melihat wajah hukum yang ternyata hanya jadi topeng belaka.

“Sudah jelas ini keterlaluan. Jangan sampai kasus Munaji hanya jadi berita angin lalu. Kalau dibiarkan, Pamekasan akan jadi simbol daerah bobrok: ASN jadi mafia, aparat jadi penonton, hukum jadi bahan lelucon,” Tutup Dayat.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru