Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Sektor pertanian di Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Pada musim tanam pertama atau triwulan I, produksi gabah mengalami lonjakan signifikan hingga jauh melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mencatat, serapan gabah oleh Bulog yang awalnya hanya ditargetkan sebesar 600 ton, justru melonjak drastis hingga mencapai 6.066 ton. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa produktivitas pertanian di wilayah ujung timur Pulau Madura tersebut tengah berada dalam tren positif.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta dukungan aktif dari petani.

“Capaian ini bukan sekadar melampaui target, tapi sudah menunjukkan lompatan besar. Ini bukti bahwa sektor pertanian kita semakin kuat dan menjanjikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi jemput bola yang diterapkan oleh pemerintah bersama Bulog. Dalam praktiknya, petugas langsung turun ke lapangan untuk membeli hasil panen petani tanpa harus menunggu distribusi ke gudang.

Baca Juga  HUT Perdana Taruna Muda Pamolokan Meriah dengan Jalan-Jalan Sehat

Langkah ini dinilai efektif karena mampu memangkas rantai distribusi sekaligus memberikan kemudahan bagi petani. Mereka tidak lagi terbebani biaya angkut, serta dapat langsung menjual gabahnya di lokasi panen.

“Petani tinggal panen, kami yang datang. Ini bentuk kehadiran negara di tengah mereka,” tegas Chainur.

Tak hanya dari sisi penyerapan, faktor harga juga menjadi daya tarik tersendiri. Pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harga tersebut dianggap cukup kompetitif dan memberikan keuntungan bagi petani.

Dengan sistem pembayaran yang dilakukan secara langsung dan tunai, kepercayaan petani terhadap pemerintah pun semakin meningkat. Hal ini turut mendorong semangat mereka untuk terus meningkatkan produksi di musim tanam berikutnya.

Dari total serapan gabah yang mencapai 6.066 ton, perputaran ekonomi yang dihasilkan diperkirakan menembus angka lebih dari Rp4 miliar. Dana tersebut langsung mengalir ke masyarakat, khususnya petani di pedesaan.

Baca Juga  Kunjungi Pasien Anak RSUD, Gubernur Khofifah: Rumah Sakit Luar Biasa!

“Ini dampak nyata. Uang beredar di desa, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sumenep kini tercatat sebagai daerah dengan produksi gabah tertinggi di Madura, mengungguli tiga kabupaten lainnya. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Timur.

Menariknya, kualitas gabah yang dihasilkan juga mendapat perhatian dari luar daerah. Beberapa wilayah seperti Banyumas disebut mulai melirik gabah asal Sumenep karena dinilai memiliki kualitas yang baik dan stabil.

Ke depan, DKPP Sumenep berencana untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program pendampingan. Mulai dari optimalisasi lahan, peningkatan kualitas benih, hingga penguatan peran penyuluh di tingkat desa.

“Target kami bukan hanya mempertahankan, tapi meningkatkan. Potensi lahan kita masih luas, tinggal bagaimana dikelola secara maksimal,” pungkasnya.

Dengan capaian gemilang di awal tahun ini, sektor pertanian Sumenep diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Deretan PR Disorot, Dugaan Mafia Pita Cukai di Sumenep Mencuat
Satu Donasi, Satu Harapan Hidup Baru untuk Mereka, JatimNewsline Ajak Publik Bantu Biaya Operasi
Pokir DPRD Disorot, Jalan di Dusun Langger Rusak Sebelum Setahun
Kasus Video Asusila Pelajar SMP Terbongkar, Polres Pamekasan Amankan ABH dan Buru Penyebar
Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan
BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 22 April 2026 - 10:14

Deretan PR Disorot, Dugaan Mafia Pita Cukai di Sumenep Mencuat

Wednesday, 22 April 2026 - 09:53

Satu Donasi, Satu Harapan Hidup Baru untuk Mereka, JatimNewsline Ajak Publik Bantu Biaya Operasi

Tuesday, 21 April 2026 - 15:30

Pokir DPRD Disorot, Jalan di Dusun Langger Rusak Sebelum Setahun

Sunday, 19 April 2026 - 21:29

Kasus Video Asusila Pelajar SMP Terbongkar, Polres Pamekasan Amankan ABH dan Buru Penyebar

Saturday, 18 April 2026 - 23:55

Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan

Berita Terbaru