PAMEKASAN, Newsline.id – Polemik peredaran rokok ilegal merek Papi Mami semakin mengerucut. Setelah sebelumnya diduga kuat diproduksi di wilayah Toronan, Pamekasan, kini muncul kabar mengejutkan bahwa pemilik usaha tersebut adalah seorang oknum bernama Lora Taufiq.
Informasi ini diungkapkan sejumlah narasumber terpercaya yang menyebutkan adanya keterlibatan oknum Lora dalam bisnis rokok tanpa pita cukai itu. Aktivitas produksi disebut berjalan secara diam-diam di sebuah bangunan di kawasan Toronan, dengan dua varian rasa, yakni ungu dan kuning, yang sudah beredar luas di pasaran.
“Bukan rahasia lagi, di Toronan memang ada aktivitas produksi. Dan rokok Papi Mami ini milik oknum Lora Taufiq. Semua orang di sekitar sudah tahu,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Keterlibatan seorang Lora dalam bisnis ilegal ini menambah kompleksitas masalah. Pasalnya, sosok tersebut dikenal memiliki pengaruh sosial di masyarakat. Hal ini membuat aparat penegak hukum ditantang untuk menunjukkan keseriusannya dalam menindak pelanggaran, tanpa pandang bulu.
Aktivis di Madura, Hasyim Wahyudi, menilai dugaan ini harus menjadi alarm keras bagi Bea Cukai dan aparat kepolisian.
“Kalau benar pemiliknya seorang Lora, artinya rokok ilegal sudah menyentuh lapisan tokoh berpengaruh. Jangan sampai aparat tunduk karena faktor status sosial. Hukum harus ditegakkan,” tegasnya.
Sementara itu, Bea Cukai Madura hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai peredaran Papi Mami. Padahal, publik terus mempertanyakan efektivitas program Gempur Rokok Ilegal yang setiap tahun digembar-gemborkan, namun faktanya merek-merek baru seperti ini terus bermunculan.
Seorang warga menambahkan,“Kami heran, tiap tahun ada sosialisasi dan anggaran besar untuk gempur rokok ilegal. Tapi kenyataannya, malah tambah subur. Kalau ada dugaan pemiliknya tokoh berpengaruh, jangan sampai aparat takut menindak.”
Kasus rokok Papi Mami ini menambah panjang daftar peredaran rokok ilegal di Pamekasan yang belum tersentuh hukum. Publik kini menunggu langkah tegas aparat, apakah akan benar-benar menindak atau justru membiarkan kasus ini hilang ditelan isu lain.








