SUMENEP, Newsline.id – Insiden serius terjadi di salah satu kafe ternama di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Selasa dini hari (21/04/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Seorang mantan kepala desa (kades) Desa Longos, berinisial Mas’idi alias Nyok, diduga nekat menabrakkan mobilnya ke arah seorang pengunjung hingga menyebabkan korban mengalami luka.
Peristiwa tersebut bermula dari keributan di dalam kafe yang diduga dipicu persoalan pembayaran jasa seorang ladies companion (LC) bernama Siren. Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, pelaku sempat berselisih paham karena tidak segera menyelesaikan pembayaran, sehingga memancing perhatian pengunjung lain.
Salah satu pengunjung berinisial D mencoba menenangkan situasi yang mulai memanas. Namun, upaya tersebut justru berujung salah paham. Pelaku diduga merasa tersinggung dengan tindakan korban yang berniat melerai.
“Saya hanya ingin meredakan suasana supaya tidak semakin ricuh. Tapi mungkin dia merasa dipermalukan,” ujar D saat dimintai keterangan.
Keributan sempat mereda setelah pelaku akhirnya menyelesaikan pembayaran. Namun, situasi tersebut rupanya tidak benar-benar berakhir.
Pelaku disebut keluar lebih dulu menuju area parkir, seolah menunggu momen tertentu.
Beberapa saat kemudian, korban menyusul keluar dari dalam kafe menuju parkiran. Tanpa diduga, pelaku yang sudah berada di dalam mobil langsung menghidupkan mesin dan melajukan kendaraan ke arah korban.
“Tidak ada tanda-tanda apa pun. Tiba-tiba mobilnya melaju kencang ke arah saya,” ungkap korban.
Mobil jenis Honda HR-V yang dikendarai pelaku menghantam korban di area parkir. Benturan tersebut menyebabkan korban mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Selain itu, telepon genggam milik korban dilaporkan rusak parah akibat insiden tersebut.
Kejadian itu sontak mengundang kepanikan di kalangan pengunjung yang masih berada di lokasi. Sejumlah saksi menyebut tindakan pelaku sangat membahayakan dan berpotensi mengancam nyawa.
Korban menyatakan akan menempuh jalur hukum apabila pelaku tidak menunjukkan tanggung jawab atas perbuatannya.
“Kalau tidak ada itikad baik, saya akan laporkan. Ini sudah membahayakan nyawa,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut. Namun, kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik, mengingat pelaku diketahui merupakan mantan pejabat desa.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik kecil, jika tidak dikelola dengan baik, dapat berujung pada tindakan kekerasan yang serius dan berbahaya.
Penulis : T2
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








