Menu MBG Diduga Tak Layak, Aktivis Soroti Transparansi Yayasan Darul Arqom Lenteng Barat

Thursday, 19 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Yayasan Darul Arqom di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan publik. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu yang dinilai tidak sesuai dengan standar gizi yang dicanangkan pemerintah pusat.

Keluhan tersebut mencuat setelah beredarnya unggahan di media sosial yang memperlihatkan menu makanan diduga tidak layak konsumsi. Dalam laporan yang dihimpun awak media di lapangan, salah satu menu berupa donat disebut dalam kondisi keras dan kurang diminati para siswa.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, para orang tua tidak menolak program MBG, namun berharap kualitas menu dapat diperbaiki.

“Ya pak, kami wali murid bersama siswa-siswi mengeluhkan menu MBG ini. Menurut kami, menu yang disajikan tidak sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah yang memiliki standar gizi tertentu,” ujarnya.

Baca Juga  Estafet Kepemimpinan Polresta Sumenep Resmi Berganti, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu Siap Perkuat Sinergi

Ia juga menambahkan bahwa sebagian siswa memilih tidak mengonsumsi makanan yang dibagikan karena rasanya kurang enak dan teksturnya keras.

“Bukannya kami tidak bersyukur dengan adanya program ini. Kami hanya berharap menunya lebih diperhatikan agar benar-benar bergizi dan layak dikonsumsi anak-anak,” tambahnya.

Menanggapi polemik tersebut, aktivis Sumenep, Dedy W, angkat bicara. Ia menyayangkan dugaan rendahnya kualitas menu MBG yang dikelola Yayasan Darul Arqom di Lenteng Barat.

Menurut Dedy, jika benar terdapat ketidaksesuaian antara anggaran dan kualitas makanan yang diterima siswa, maka hal tersebut perlu ditelusuri secara transparan.

“Kami mencium adanya potensi kecurangan. Informasi yang kami terima menyebutkan anggaran per porsi sebesar Rp10 ribu, namun nilai makanan yang diterima diduga hanya sekitar Rp8 ribu. Ini harus diklarifikasi,” tegasnya.

Dedy menilai, dengan besarnya anggaran program MBG yang digelontorkan pemerintah, pengawasan harus diperketat agar tidak terjadi penyimpangan di tingkat pelaksana.

Baca Juga  AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana, termasuk keterbukaan terkait rantai pasok bahan makanan dan mekanisme distribusi.

“Isu ini muncul di tengah pengawasan ketat terhadap anggaran besar program MBG. Jika benar ada selisih atau pengurangan kualitas, maka ini harus segera diperbaiki. Saya akan mengawal persoalan ini sampai tuntas,” pungkasnya.

Para wali murid berharap pihak yayasan maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas menu MBG.

Mengingat pentingnya asupan gizi bagi tumbuh kembang anak, program tersebut diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Darul Arqom Desa Lenteng Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan wali murid dan aktivis.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Monday, 21 September 2026 - 18:12

Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Berita Terbaru