Menjijikkan Bagi Publik, Tindakan Mesum Kades Lapa Taman Memalukan Sumenep”

Thursday, 22 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kades Lapa Taman Lagi Berciuman bersama perempuan yang bukan muhrim

Foto: Kades Lapa Taman Lagi Berciuman bersama perempuan yang bukan muhrim

SUMENEP, Newsline.id — Drama dugaan skandal mesum Kepala Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, kian menjijikkan bagi publik. Di tengah desakan klarifikasi dan tuntutan tanggung jawab moral, sang kepala desa justru memilih jalan klasik pejabat bermasalah: mengelak, berkelit, dan berharap badai reda dengan sendirinya.

Namun kali ini, publik tak lagi sabar. Sejumlah aktivis yang sejak awal mengantongi bukti dugaan perbuatan asusila itu menyatakan sikap tegas. Kesabaran mereka, kata aktivis, sudah di ujung tanduk. Jika Kepala Desa Lapa Taman masih terus bersembunyi di balik bantahan normatif dan sikap bungkam, foto-foto dugaan mesum siap diumbar ke ruang publik tanpa kompromi.

“Cukup sudah sandiwara ini. Jangan anggap masyarakat bodoh. Kami punya bukti visual. Selama ini kami tahan demi etika. Tapi kalau kekuasaan dipakai untuk berlindung, maka publik berhak tahu semuanya,” tegas seorang aktivis dengan nada keras.

Aktivis menyebut, sikap mengelak sang kepala desa bukan hanya mempermalukan institusi pemerintahan desa, tetapi juga melecehkan akal sehat masyarakat. Dugaan perbuatan mesum, apalagi dilakukan oleh pejabat publik, bukan perkara sepele yang bisa disapu dengan kalimat “tidak benar” tanpa klarifikasi terbuka.

Baca Juga  Bupati Sumenep Dukung PR Mahgfiroh Jaya di Festival Tembakau Madura 2025

“Kalau bersih, buka diri. Kalau kotor, jangan berlindung di balik jabatan,” sindirnya.

Ironisnya, hingga kini tak tampak langkah pembinaan serius dari pemerintah daerah. Camat, bupati, hingga lembaga legislatif seolah kompak memilih posisi aman: menunggu, diam, dan berharap isu ini tenggelam oleh waktu. Padahal, kepala desa bukan warga biasa, melainkan figur yang seharusnya menjadi contoh moral di tengah masyarakat.

Situasi ini makin busuk ketika publik mengaitkan kasus tersebut dengan fakta bahwa orang tua sang kepala desa merupakan anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Alih-alih menunjukkan sikap tegas dan bermartabat, yang terlihat justru keheningan yang memekakkan telinga.

“Ini bau konflik kepentingan. Anak bermasalah, orang tua punya kuasa politik, lalu semua memilih diam. Kalau bukan perlindungan, lalu apa?” kecam seorang pengamat politik lokal.

Menurutnya, bungkamnya elite politik dalam kasus ini justru menambah luka kepercayaan publik. PDIP sebagai partai besar dinilai gagal menunjukkan ketegasan moral ketika kasus menyentuh lingkaran internalnya sendiri.

Baca Juga  PR Agung Damar Diduga Hanya Main Pita Cukai Tanpa Produksi Rokok

Tokoh masyarakat Kecamatan Dungkek juga tak kalah geram. Mereka menilai, Kepala Desa Lapa Taman telah mencoreng martabat desa dan menciptakan rasa malu kolektif.

“Warga disuruh patuh aturan, jaga moral, tapi pemimpinnya justru diduga berbuat mesum. Lalu kami harus hormat pada siapa?” ujar seorang tokoh dengan nada getir.

Aktivis memastikan ancaman membuka foto dugaan mesum bukan gertakan kosong. Bukti tersebut, kata mereka, disiapkan sebagai bentuk perlawanan terhadap arogansi kekuasaan dan pembiaran sistemik.

“Kalau hukum dan etika tumpul ke atas, maka tekanan publik adalah satu-satunya jalan. Jangan salahkan kami kalau nanti foto itu beredar luas,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Desa Lapa Taman masih belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka. Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumenep pun tetap senyap, seolah skandal ini bukan persoalan serius.

Kasus ini kini bukan lagi soal dugaan mesum semata. Ini telah berubah menjadi potret telanjang wajah kekuasaan lokal: apakah jabatan digunakan untuk menjaga martabat publik, atau justru menjadi tameng untuk melindungi aib dan kebusukan moral.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Sumenep Dorong PAD dan Layanan Publik Lebih Optimal
Lima Penumpang Diduga Tewas dalam Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi
Berita ini 689 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Monday, 3 August 2026 - 17:23

Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab

Monday, 3 August 2026 - 09:17

DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027

Berita Terbaru