SUMENEP, Newsline.id – Pengadaan televisi Android ukuran 75 inci di MAN Sumenep pada tahun anggaran 2026 menjadi sorotan publik. Paket pengadaan sebanyak 19 unit TV tersebut diketahui menelan anggaran hingga Rp266 juta.
Besarnya anggaran itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan spesifikasi dan bentuk fisik barang yang akan dibelanjakan, lantaran nilai anggaran dinilai cukup fantastis untuk pengadaan perangkat elektronik di lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan tersebut tercantum dalam rencana belanja tahun 2026. Jika dihitung secara kasar, nilai per unit televisi mencapai sekitar Rp14 juta lebih. Namun publik tetap meminta adanya transparansi terkait spesifikasi, merek, kualitas, hingga mekanisme pengadaan barang tersebut.
Sorotan semakin menguat setelah muncul dugaan adanya indikasi mark up anggaran dalam paket pengadaan tersebut. Dugaan itu muncul karena masyarakat menilai harga pasaran televisi Android ukuran 75 inci cukup beragam, sehingga diperlukan keterbukaan agar tidak menimbulkan asumsi negatif di tengah publik.
Kasus dugaan penggelembungan harga dalam pengadaan barang elektronik sendiri belakangan memang menjadi perhatian di berbagai daerah. Sejumlah laporan dan pemberitaan nasional menyoroti praktik mark up pada proyek pengadaan perangkat digital dan elektronik di sektor pemerintahan maupun pendidikan.
Selain itu, sejumlah diskusi publik di media sosial juga ramai membahas lemahnya pengawasan dalam proyek pengadaan barang pemerintah yang berpotensi membuka celah penggelembungan harga.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak kepala sekolah MAN Sumenep masih terus dilakukan. Namun komunikasi masih terkendala sehingga belum ada penjelasan resmi terkait detail spesifikasi, sistem pengadaan, maupun alasan penetapan anggaran tersebut.
Publik berharap pihak sekolah dapat segera memberikan klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Transparansi dianggap penting mengingat anggaran yang digunakan berasal dari keuangan negara yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Penulis : T2
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








