Lima Varian Rokok Ilegal ST16MA Banjiri Madura, Bea Cukai Bungkam

Tuesday, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Peredaran rokok ilegal di Madura kembali menjadi sorotan. Kali ini, merek ST16MA muncul dengan lima varian berbeda yang beredar luas di pasaran. Dari penelusuran lapangan, rokok ini diduga kuat tidak memiliki izin edar resmi karena tidak ditemukan pita cukai pada kemasan.

Kelima varian tersebut antara lain: ST16MA Blueberry, ST16MA Mango Boost, ST16MA Premium, ST16MA Bold dan ST16MA Absolute

Semua varian menggunakan kemasan yang menarik dengan desain modern dan warna mencolok, seolah meniru produk rokok legal yang biasanya dijual di pasaran. Namun, di sisi lain, absennya pita cukai pada setiap bungkus rokok justru menegaskan indikasi pelanggaran aturan.

“Kalau dilihat kemasannya, ini persis rokok resmi. Padahal, ini jelas ilegal karena tidak ada pita cukai,” ungkap seorang pedagang rokok di Pamekasan yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga  Skandal Mesum Kades Lapa Taman, Di Mana Sikap Orang Tua yang Duduk di Kursi DPRD?

Rokok ilegal merek ST16MA disebut-sebut diproduksi di wilayah Madura dan sudah tersebar ke sejumlah kabupaten, termasuk Pamekasan, Sampang, hingga Sumenep. Para konsumen yang membeli mengaku harganya lebih murah dibanding rokok legal, dengan kisaran Rp10 ribu per bungkus.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai peran Bea Cukai Madura yang seolah tak berkutik menghadapi derasnya arus peredaran rokok ilegal. Padahal, pemerintah telah menegaskan bahwa cukai rokok menjadi salah satu sumber pendapatan negara terbesar.

Sejumlah aktivis bahkan menilai situasi ini sebagai bentuk pembiaran.

“Kalau rokok ilegal sudah diproduksi dengan berbagai varian dan kemasan modern seperti ini, berarti ada jaringan besar yang bermain. Pertanyaannya, di mana Bea Cukai?” kata Edo, aktivis asal Sumenep.

Baca Juga  Kehangatan NU–Muhammadiyah Menguat di Konfercab NU 2025 Sumenep

Tak hanya itu, kehadiran lima varian ST16MA mempertegas dugaan bahwa industri rokok ilegal di Madura semakin terorganisir, bahkan mampu menciptakan branding yang mirip dengan pabrikan besar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi terkait peredaran lima varian rokok ST16MA tersebut.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru