Kehangatan NU–Muhammadiyah Menguat di Konfercab NU 2025 Sumenep

Sunday, 7 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Suasana penuh keakraban mengiringi pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep 2025 yang berlangsung di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Ahad (7/12). Di luar agenda formal, momentum tersebut justru menghadirkan pemandangan yang mencuri perhatian: hubungan NU dan Muhammadiyah yang semakin erat.

Kehadiran Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, menjadi simbol harmonisasi dua organisasi Islam besar di kawasan kepulauan Madura itu. Para peserta dan tamu undangan menyambut hangat masuknya tokoh Muhammadiyah ke forum resmi NU yang jarang terjadi sebelumnya.

Ketua PCNU Sumenep, K.H. Panji Taufik, dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi lintas-ormas adalah kebutuhan zaman, terutama dalam menjawab tantangan sosial kemasyarakatan.

“NU tidak berjalan sendiri. Di masa kami, kerja sama dengan Muhammadiyah menjadi prioritas untuk menguatkan pelayanan umat dan menjaga Sumenep tetap kondusif,” kata Panji di hadapan peserta Konfercab.

Baca Juga  Legislator Jatim Abrari Ajak Insan Pers Sumenep Perkuat Persatuan di Bulan Ramadhan

Panji juga menyebut hubungan personalnya dengan Dr. Zeinudin berjalan sangat baik, sehingga berbagai program sosial dan pendidikan dapat dilaksanakan secara kolaboratif tanpa sekat sektoral.

Suasana gayeng juga tampak ketika Prof. Dr. H. A’ala, tokoh PBNU sekaligus pengasuh Pesantren Annuqayah, menyampaikan pandangannya. Ia menilai, keberadaan dua ormas besar ini merupakan pilar fundamental pembangunan Sumenep.

“NU dan Muhammadiyah adalah kekuatan sosial yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah daerah harus memberi ruang kolaborasi yang jauh lebih luas bila ingin pembangunan berjalan cepat dan merata,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep K.H. Imam Hasyim menuturkan bahwa hubungan baik antarormas tidak hanya terjadi secara institusional, tetapi juga ditopang kedekatan personal di antara pimpinan.

Baca Juga  Skandal Mesum Kades Lapa Taman, Di Mana Sikap Orang Tua yang Duduk di Kursi DPRD?

“Dr. Zein adalah sahabat saya. Kami berkomunikasi intens dan siap bersinergi untuk masa depan Sumenep,” ujarnya.

Kehadiran tokoh Muhammadiyah dalam forum resmi NU tersebut dianggap sebagai isyarat positif bagi masa depan kehidupan sosial keagamaan di Sumenep. Banyak pihak menilai bahwa kehangatan hubungan kedua ormas mampu menjadi penyejuk di tengah dinamika politik lokal, sekaligus memperkuat jaringan kerja untuk kepentingan umat.

Mengusung tema “Satu Fikrah, Satu Harakah”, Konfercab NU 2025 tidak hanya membicarakan konsolidasi internal. Forum ini juga dimanfaatkan untuk mempertegas kembali komitmen persaudaraan Islam yang inklusif, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Di mata publik, kemesraan NU–Muhammadiyah menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi stabilitas daerah, penguatan harmoni, serta percepatan pembangunan Sumenep ke depan.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru