Ketika H. Ramdan Lebih Perkasa dari Bea Cukai; Rokok Alaska Click Tak Tersentuh

Monday, 18 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumenep kembali memantik kritik keras. Merek rokok tanpa pita cukai bernama Alaska Click, yang diduga kuat milik seorang pengusaha berinisial H. Ramdan, kini semakin mencuat sebagai simbol lemahnya penegakan hukum di Madura.

Hasil penelusuran Newsline.id menemukan, rokok Alaska Click dapat dijumpai dengan mudah di warung kecil hingga grosir tembakau di berbagai kecamatan. Ironisnya, tak ada satupun razia atau penyitaan besar yang dilakukan oleh aparat, khususnya Bea Cukai Madura, yang seharusnya menjadi garda depan dalam pemberantasan rokok ilegal.

Dayat, warga yang mengetahui maraknya peredaran Alaska Click, menyebut fenomena ini bukan hal baru.

“Rokok Alaska itu bukan barang baru. Sudah lama beredar. Kalau tidak kuat koneksi, tidak mungkin bisa lolos sebanyak itu,” tegasnya.

Baca Juga  Kades Bringsang Klarifikasi Proyek Kolam Ikan Rp259 Juta: "Tidak Pernah Dianggarkan di Desa Kami"

Menurut sumber lain, H. Ramdan bukan figur asing dalam pusaran bisnis tembakau di Madura. Ia disebut memiliki jaringan luas dari produsen hingga pengecer, bahkan memiliki kedekatan dengan sejumlah oknum aparat.

“Kalau rokok lain bisa kena razia, Alaska Click ini kayak punya kekebalan. Sudah banyak yang curiga, tapi tidak ada yang berani buka terang-terangan,” ujar Dayat.

Modus distribusi Alaska diduga sangat sistematis. Barang dikirim malam hari menggunakan mobil boks atau truk kecil, lalu disebar ke agen lokal dengan pola yang rapi dan terstruktur. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya pembiaran dari aparat.

“Kalau Bea Cukai benar-benar menjalankan fungsinya, tidak mungkin Alaska bisa semasif itu beredar. Ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai jelas terlihat. Jadi pertanyaannya: apakah aparat benar-benar tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?” tambah Dayat dengan nada keras.

Baca Juga  Aktivis soroti lemahnya penegakan hukum Bea Cukai Madura atas rokok ilegal di Pamekasan, sebut ada pembiaran terhadap para bandar.

Hingga kini, Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi terkait merebaknya rokok ilegal Alaska Click. Padahal, peraturan perundang-undangan dengan jelas menyebut seluruh hasil tembakau wajib mencantumkan pita cukai.

Desakan publik kini menguat agar Bea Cukai dan Polres Sumenep segera menyelidiki H. Ramdan dan jaringannya. Tanpa penindakan, kecurigaan bahwa hukum bisa dibeli akan semakin menguat, sekaligus mencoreng wajah penegakan hukum di Madura.

Sementara itu, upaya konfirmasi Newsline.id kepada H. Ramdan selaku pemilik rokok ilegal Alaska masih belum membuahkan hasil.

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 794 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59