Kadis PUTR Sumenep Kembali Bungkam, Dua Paket Meubelair Polres Senilai Rp462 Juta Jadi Sorotan

Friday, 5 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Sikap tertutup Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga saat ini Kadis PUTR belum memberikan keterangan resmi terkait dua paket pengadaan meubelair di lingkungan Polres Sumenep yang total anggarannya mencapai Rp462 juta.

Dua paket yang menjadi perhatian tersebut yakni Pengadaan Meubelair Kantor Satreskrim Polres Sumenep senilai Rp185 juta dan Pengadaan Meubelair Kantin Polres Sumenep dengan nilai anggaran Rp277 juta pada Tahun Anggaran 2026.

Saat dikonfirmasi wartawan mengenai dasar perencanaan, urgensi kebutuhan, spesifikasi barang, hingga alasan pengadaan tersebut berada di bawah satuan kerja Dinas PUTR, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Sumenep memilih tidak memberikan tanggapan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat maupun sambungan telepon tidak memperoleh jawaban. Sikap bungkam tersebut memicu berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait transparansi penggunaan anggaran daerah.

Sejumlah aktivis Dayat menilai, pejabat publik seharusnya terbuka terhadap informasi yang berkaitan dengan penggunaan uang negara. Terlebih kedua paket tersebut memiliki nilai yang cukup besar dan bersumber dari anggaran pemerintah.

Baca Juga  Mengguncang Polemik Ijazah UNIBA, Saksi Beberkan Fakta yang Selama Ini Tertutup

“Yang dipertanyakan bukan hanya nilai anggarannya, tetapi juga transparansi dan urgensi pengadaannya. Mengapa pengadaan meubelair untuk lingkungan Polres berada di bawah Dinas PUTR, ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Dayat.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban setiap penyelenggara pemerintahan. Apalagi media telah melakukan konfirmasi secara langsung untuk memperoleh penjelasan yang berimbang.

Publik juga mempertanyakan rincian kebutuhan dari masing-masing paket. Pada paket meubelair Kantor Satreskrim senilai Rp185 juta, masyarakat ingin mengetahui jenis barang yang akan dibeli serta manfaatnya terhadap pelayanan publik.

Begitu pula dengan paket meubelair Kantin Polres Sumenep senilai Rp277 juta yang nilainya bahkan lebih besar dibandingkan pengadaan meubelair untuk Kantor Satreskrim. Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai item barang maupun dasar penghitungan anggaran yang digunakan.

Baca Juga  Nyawa Melayang di Praktik Diduga Tempat Ilegal, Publik: Kegagalan Sistem Kesehatan Daerah!

Dayat menilai, sikap diam pejabat ketika dimintai klarifikasi justru dapat menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat. Padahal penjelasan terbuka dapat menghilangkan berbagai asumsi dan memastikan bahwa proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, sejumlah kalangan juga mendorong Inspektorat Kabupaten Sumenep untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kedua paket tersebut guna memastikan prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas penggunaan anggaran benar-benar diterapkan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak alergi terhadap kritik dan pertanyaan publik. Sebab setiap rupiah yang digunakan dalam program pengadaan merupakan uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Sumenep belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait Pengadaan Meubelair Kantor Satreskrim Polres Sumenep senilai Rp185 juta dan Pengadaan Meubelair Kantin Polres Sumenep senilai Rp277 juta yang menjadi sorotan masyarakat.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Monday, 21 September 2026 - 18:12

Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Berita Terbaru