SAMPANG, Newsline.id – Pelayanan administrasi di Desa Paseyan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, mendapat apresiasi dari warga. Sejumlah masyarakat menilai perangkat desa setempat cukup sigap dalam melayani kebutuhan administrasi, terutama terkait pengurusan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) sebagai syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.
SPPT sendiri merupakan dokumen penting yang harus dilampirkan oleh petani agar dapat terdaftar dalam sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Melalui sistem itu, pemerintah menyalurkan pupuk bersubsidi berdasarkan luas lahan garapan petani.
Beberapa warga mengaku terbantu dengan pendampingan yang dilakukan perangkat desa Paseyan. Mereka menilai aparat setempat aktif memberikan penjelasan teknis tentang tata cara melengkapi berkas SPPT dan pendaftaran e-RDKK.
“Kami dibantu langsung oleh perangkat desa saat mengurus SPPT. Bahkan dijelaskan juga bagaimana sistem e-RDKK itu bekerja. Jadi kami tidak bingung,” ujar seorang petani asal Dusun Tase’an.
Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, Fatima, yang mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya. Menurutnya, meski banyak warga datang hampir bersamaan, perangkat desa tetap melayani dengan sabar dan teratur.
“Petugasnya ramah, selalu menyambut warga dengan baik. Kalau berkasnya belum lengkap, langsung diberi tahu apa yang harus ditambah,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Paseyan memang tengah berkomitmen memperbaiki sistem pelayanan publik agar lebih cepat dan efisien. Sejak awal tahun, perangkat desa diinstruksikan untuk lebih aktif melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat, bahkan di luar jam kantor jika dibutuhkan.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Paseyan, Akh. Ridhai, mengatakan pihaknya terus mendorong jajarannya agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam hal administrasi pertanian yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Kami ingin memastikan semua petani bisa mendapatkan haknya, termasuk pupuk bersubsidi. Karena itu, kami bantu urus SPPT dan pendataan e-RDKK dengan sistem yang terbuka dan cepat,” tegas Ridhai.
Ia menambahkan, inovasi kecil seperti layanan jemput bola juga mulai diterapkan bagi warga lanjut usia atau petani yang kesulitan datang ke balai desa. Langkah itu dinilai efektif mempercepat proses administrasi.
“Kalau ada warga yang tidak sempat datang, perangkat kami siap turun langsung ke rumah. Intinya pelayanan harus mudah diakses,” imbuhnya.
Langkah positif Pemerintah Desa Paseyan ini mendapat respon baik dari masyarakat setempat. Mereka berharap pelayanan publik yang cepat dan transparan tersebut bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.
“Kalau begini terus, kami senang. Tidak ada lagi yang bingung urusan administrasi,” tutur salah seorang warga sambil tersenyum.
Dengan semangat gotong royong dan komitmen terhadap pelayanan prima, Desa Paseyan perlahan membuktikan bahwa pelayanan publik di tingkat desa dapat berjalan efisien dan bersahabat dengan masyarakat.








