Izin Lingkungan Dipertanyakan, Proyek Royal Pabian Disorot Warga

Sunday, 31 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Proyek pembangunan perumahan Royal Pabian di Jl. Slamet Riyadi, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Publik mempertanyakan legalitas aktivitas di lapangan, terutama terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang disebut belum dikantongi pengembang.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Hasinuddin Firdaus. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada pengajuan izin lingkungan dari pihak pengembang Royal Pabian.

“Belum ada masuk ke DLH, jadi memang dokumen AMDAL-nya belum diproses. Kalau belum ada izin lingkungan, seharusnya tidak boleh ada aktivitas pembangunan,” ujar Hasinuddin, Sabtu (30/8/2025).

Menurutnya, setiap kegiatan pembangunan berskala besar wajib melalui prosedur izin lingkungan. Tanpa dokumen tersebut, proyek bisa dikategorikan melanggar aturan.

Sejumlah warga setempat turut menyuarakan kekhawatiran. Rakib, warga RT 04 RW 02 Desa Pabian, meminta agar proyek Royal Pabian dihentikan sementara hingga seluruh dokumen perizinan dipenuhi.

Baca Juga  Reses di Masalembu, Legislator NasDem Soroti Listrik hingga Ancaman Narkoba di Wilayah Kepulauan

“Kami mendukung investasi di Sumenep, tapi jangan sampai aturan diabaikan. Kalau izinnya belum lengkap, ya jangan ada aktivitas dulu,” tegas Rakib yang juga menjabat Ketua AWDI Sumenep, Minggu (31/8/2025).

Rakib menambahkan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai koordinator tim perizinan daerah harus lebih tegas. Ia menilai integritas dan profesionalitas lembaga perizinan akan dipertaruhkan dalam kasus ini.

“Kalau izin operasional belum keluar, mengapa aktivitas pembangunan dibiarkan jalan? Pemerintah harus turun langsung ke lapangan, jangan sampai ada pembiaran,” lanjutnya.

Selain persoalan dokumen lingkungan, warga juga menyoroti material urugan yang digunakan. Berdasarkan pantauan, dump truk terlihat hilir mudik mengangkut material galian C yang diduga belum berizin resmi. Hal ini menambah deretan masalah yang membayangi proyek Royal Pabian.

Baca Juga  Mahasiswa Dear Jatim Sumenep Turun ke Jalan, Ratusan Takjil Dibagikan untuk Warga

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan kurangnya transparansi informasi. Tidak terlihat papan pengumuman mengenai site plan, data keselamatan kerja (K3), maupun informasi terkait pengelolaan lingkungan.

Padahal, aturan mewajibkan setiap proyek pembangunan memasang papan informasi sebagai bentuk keterbukaan kepada publik.

Sementara itu, seorang yang mengaku sebagai mandor proyek Royal Pabian menyebut bahwa semua perizinan sudah dikantongi pihak pengembang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen Royal Pabian.

Publik kini menunggu sikap tegas pemerintah daerah, apakah akan menghentikan sementara aktivitas proyek hingga izin lengkap, atau justru membiarkan pembangunan terus berjalan di tengah polemik yang ada.

Berita Terkait

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru