Isu Rokok Tanpa Cukai Nexus Mengemuka, Nama Legislator Pamekasan Terseret

Tuesday, 6 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id — Isu peredaran rokok tanpa pita cukai kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Pamekasan. Kali ini, merek rokok Nexus yang beredar luas di sejumlah kios dan warung tradisional memantik perhatian, lantaran dikaitkan dengan seorang anggota DPRD Pamekasan yang sebelumnya dikenal sebagai mantan kepala desa di wilayah utara Pamekasan.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, rokok Nexus dijual bebas tanpa dilekati pita cukai resmi sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Produk tersebut ditemukan dengan mudah di berbagai titik penjualan, memunculkan tanda tanya besar soal lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di daerah ini.

Sejumlah warga menilai, maraknya rokok tanpa cukai tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat. “Kalau rokok ilegal dibiarkan beredar, sementara pedagang kecil ditekan aturan, ini jelas tidak adil,” ujar Dedy.

Baca Juga  BPRS Bhakti Sumekar Ekspansi ke Pamekasan, Perkuat Akses Keuangan Syariah Masyarakat Madura

Menurutnya, isu ini menjadi semakin sensitif ketika nama pejabat publik ikut disebut-sebut. Ia menegaskan bahwa pejabat, terlebih wakil rakyat, seharusnya berada di garda terdepan dalam memberikan contoh kepatuhan terhadap hukum.

“Jabatan itu amanah. Ketika ada dugaan keterlibatan, maka klarifikasi terbuka adalah keharusan,” katanya.

Rokok ilegal selama ini dikenal sebagai salah satu sumber kebocoran penerimaan negara. Tanpa pita cukai, setiap batang rokok yang beredar berpotensi menghilangkan hak negara dari sektor cukai hasil tembakau. Karena itu, publik mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk tidak ragu menelusuri jaringan distribusi rokok Nexus, termasuk menelusuri siapa pihak yang berada di balik produksinya.

Dedy menilai, kasus semacam ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika aparat penegak hukum lamban bertindak, akan muncul persepsi negatif bahwa hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Baca Juga  Keselamatan Pelayaran Dipertanyakan, Aktivitas KMP Manggiyango Hulalo di Kalianget Disorot

“Penegakan hukum harus berdiri di atas asas equality before the law,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, pihak yang namanya dikaitkan dengan peredaran rokok Nexus belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi juga belum membuahkan hasil. Sementara itu, masyarakat berharap aparat terkait segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh agar polemik ini tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Kasus ini menjadi ujian penting bagi integritas penegakan hukum di Pamekasan: apakah hukum benar-benar berlaku sama bagi setiap warga negara, atau justru berhenti di hadapan kekuasaan.

Penulis : OR

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Masyarakat Sambut Antusias Pelaksanaan Isbat Nikah Massal di Desa Nyabakan Timur
JSI Turun Tangan Bangun Fasilitas Masjid di Manding, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
GAPADA Demo DPRD Sumenep, Tolak Pelimpahan Kasus Aktivis Andrie Yunus ke Peradilan Militer
Pelapor Kasus SHM Mangrove Kebun Dadap Timur Diperiksa Polda Jatim, Serahkan Sejumlah Bukti Penting
Desakan Menguat, Kejari Sumenep Diminta Usut Dugaan Korupsi Dana Bumdes Kebunan
Kades Pragaan Daya Ditahan Kejari Sumenep, Diduga Selewengkan ADD pada Sejumlah Program Desa
KI Sumenep Gandeng UNIBA Madura, Dorong Mahasiswa Melek Keterbukaan Informasi
PR Bromo Mas Manding Disorot, Dugaan “Ternak” Pita Cukai Mencuat ke Publik
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 18:49

Masyarakat Sambut Antusias Pelaksanaan Isbat Nikah Massal di Desa Nyabakan Timur

Friday, 24 April 2026 - 15:14

JSI Turun Tangan Bangun Fasilitas Masjid di Manding, Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Friday, 24 April 2026 - 12:40

GAPADA Demo DPRD Sumenep, Tolak Pelimpahan Kasus Aktivis Andrie Yunus ke Peradilan Militer

Thursday, 23 April 2026 - 21:09

Pelapor Kasus SHM Mangrove Kebun Dadap Timur Diperiksa Polda Jatim, Serahkan Sejumlah Bukti Penting

Thursday, 23 April 2026 - 20:24

Desakan Menguat, Kejari Sumenep Diminta Usut Dugaan Korupsi Dana Bumdes Kebunan

Berita Terbaru