Inspektorat Didesak Audit Dana Kelurahan Pajagalan, Sejumlah Pos Anggaran Dinilai Tak Masuk Akal

Tuesday, 21 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Pengelolaan dana Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep menjadi sorotan setelah rincian alokasi TA 2024 – 2025 menunjukkan sejumlah kejanggalan yang memicu tanda tanya publik.

Dari total dana yang disalurkan oleh Kelurahan Pajagalan, ditemukan beberapa pos anggaran yang dinilai tidak proporsional dan potensi tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Berdasarkan data yang diterima media Newsline.id TA 2024 realisasi dana sebesar Rp106.560.000, Rp188.650.000, Rp36.002.160, Rp92.608.980 Rp30.947.688 dan Rp21.780.000.

Untuk tahun anggaran (TA) 2025, yakni anggaran sebesar Rp106.560.000, Rp28.832.363, Rp40.336.512, Rp35.796.501, Rp47.186.100, dan Rp50.165.874.

Salah satu alokasi yang menjadi perhatian untuk makan sehat lansia TA 2024 dan TA 2025 anggaran sebesar Rp106.560.000 dengan spesifikasi pekerjaan, yaitu nasi kotak, buah-buahan dan susu untuk sumber dana APBD Kabupaten Sumenep.

Baca Juga  Panitia Uniba Musicvers 2026 Layangkan Surat Keberatan Terbuka, Soroti Dugaan Perlakuan Berbeda dari Yayasan

Selain itu juga menjadi sorotan, salah satunya anggaran untuk tenaga perawat ponkesdes, pemasangan dan pembangunan tiang oktagonal PJU, belanja sewa alat rumah tangga, sejumlah belanja modal jalan, serta belanja modal lainya.

Staf Kelurahan Pajagalan yang membidangi bagian makan sehat lansia, Fajar menjelaskan kepada media ini untuk Posyandu Lansia menu PMT meliputi; susu Entrasol. Rabu, (15/10/2025).

“Untuk Posyandu Balita menu PMT nya berupa bahan mentah & setiap bulan nya berbeda² sesuai dengan daftar menu yang sudah ditentukan dari Bidan/ahli Gizi Puskesmas Pamolokan Pak, meliputi; Kacang ijo, telur ayam, Agar², susu bubuk, bihun, Naget,” ungkap Fajar.

Dana kelurahan adalah hak masyarakat. Jika pengelolaan tidak transparan, kepercayaan masyarakat akan hilang. Pemerintah kelurahan harus berani membuka laporan rincian setiap pos anggaran.

Baca Juga  Danyonif TP 931/KJ Hadiri Madura EV-Day 2026, Dorong Sumenep Jadi Pelopor Energi Bersih di Madura

Diminta Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Inspektorat Daerah didesak untuk meningkatkan pengawasan pengelolaan dana pada 4 kelurahan.

Berita Terkait

Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan
Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti
Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 15:08

Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan

Tuesday, 22 September 2026 - 14:09

Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Berita Terbaru