DKPP Sumenep Perkenalkan Sistem Machida, Terobosan Budidaya Melon Modern ala Jepang

Friday, 18 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid M.Si (Tengah) saat memperkenalkan Tekhnologi Modern Sistem Machida pada Budidaya Melon.

Foto: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid M.Si (Tengah) saat memperkenalkan Tekhnologi Modern Sistem Machida pada Budidaya Melon.

SUMENEP, Newsline.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus menunjukkan keseriusannya dalam memajukan sektor pertanian daerah. Di bawah komando Chainur Rasyid, lembaga ini kembali meluncurkan inovasi berbasis teknologi modern yang menyasar sektor hortikultura, khususnya budidaya melon.

Inovasi tersebut adalah sistem budidaya melon Machida, metode pertanian canggih yang diadopsi dari Jepang dan baru pertama kali diterapkan di Sumenep. Sistem ini mengandalkan teknik hidroponik dalam lingkungan tertutup, dengan sirkulasi air dan nutrisi yang terkontrol secara optimal.

Uji coba awal sistem Machida dilakukan di lahan milik Halik, seorang petani di Desa Kasengan, Kecamatan Manding. Chainur Rasyid, yang hadir langsung dalam peninjauan tersebut pada Kamis, 17 Juli 2025, mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan pertanian Sumenep.

“Ini bukan sekadar menanam melon, tapi ini adalah simbol kesiapan petani kita untuk menjemput pertanian masa depan,” kata Chainur Rasyid.

Menurutnya, sistem Machida dirancang untuk menghasilkan buah dengan kualitas tinggi, efisiensi penggunaan lahan, serta pemanfaatan teknologi yang dapat menekan risiko gagal panen. DKPP meyakini bahwa dengan penerapan sistem ini, produktivitas dan kesejahteraan petani akan meningkat secara signifikan.

Baca Juga  H.Rosi, Dalang di Balik RJ99: Simbol Arogansi Hukum di Madura?

“Kita harus banyak belajar dari praktik pertanian negara maju. Jepang adalah contoh bagaimana inovasi bisa memperpendek rantai produksi namun tetap menjaga kualitas dan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Chainur menambahkan, hadirnya sistem Machida menjadi bukti bahwa petani lokal memiliki kesiapan mental dan daya saing jika diberi kesempatan dan bimbingan yang tepat.

“Petani kita sebenarnya tidak kalah. Mereka hanya butuh akses pada teknologi dan pendampingan yang konsisten,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui DKPP, menargetkan agar sistem Machida tidak berhenti sebagai proyek percontohan, melainkan dapat dikembangkan di berbagai kecamatan, terutama yang memiliki potensi hortikultura.

“Kalau ini berhasil, kita akan replikasi di daerah lain. Ini bisa jadi andalan baru pertanian kita,” ujar Chainur.

Baca Juga  Blunder Klarifikasi, Kades Kebunan Disebut Lakukan Kebohongan Publik Soal Status Suaminya

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya fokus pada produksi, tetapi juga harus memperhatikan peningkatan kualitas SDM pertanian. Oleh karena itu, pelatihan, pendampingan, dan digitalisasi pertanian akan menjadi agenda penting DKPP ke depan.

Langkah strategis ini menurutnya sangat sejalan dengan visi Sumenep sebagai kabupaten agraris yang tangguh, mandiri, dan berbasis inovasi.

“Ini awal dari transformasi. Kita tidak bisa lagi bergantung pada metode konvensional jika ingin petani kita lebih sejahtera dan tahan terhadap guncangan iklim atau pasar,” katanya.

Melalui sistem Machida, DKPP berharap dapat menumbuhkan semangat baru di kalangan petani muda untuk terjun ke dunia pertanian yang lebih modern, efisien, dan menjanjikan secara ekonomi.

“Ini bukan tentang melon semata, tapi tentang masa depan pertanian Sumenep. Kita ingin jadikan sektor ini sebagai pilar kekuatan daerah, bukan sekadar pelengkap,” pungkas Chainur Rasyid dengan semangat.

Berita Terkait

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Komisi III DPRD Sumenep Soroti Dugaan Tender Bermasalah, PBJ dan PUTR Akan Dipanggil Pekan 
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 15:23

Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Thursday, 11 June 2026 - 18:30

Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59